Keren, Mahasiswa UMRAH Olah Mangrove Jadi Produk Bernilai Jual

PROKEPRI.COM, BINTAN – Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH)menciptakan inovasi kreatif yakni mengolah magrove menjadi produk bernilai jual yakni sabun mandi dan sabun cuci di Desa Anculai, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.
“Kami mengolah mangrove menjadi sabun mandi dan sabun cuci agar bisa menjadi produk unggulan lokal. Dengan pelatihan yang kami lakukan bersama narasumber berpengalaman, kami berharap masyarakat bisa terus mengembangkannya secara mandiri,”kata Ketua Kelompok KKN 26, Gery Aphira dilaman UMRAH, Sabtu (8/11/2025).
Inovasi kreatif itu, Gery mengungkapkan, pada saat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 26 pada Agustus 2025 yang lalu.
Mereka menginisiasikan program pemanfaatan sumber daya alam lokal berupa pengolahan mangrove untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa sekaligus mengoptimalkan potensi alam mangrove yang selama ini belum termanfaatkan secara maksimal.
“Desa Ekang Anculai memiliki potensi besar dalam pengelolaan mangrove, baik dari sisi konservasi maupun ekonomi,”jelas Gery.
Program itu dibuat mereka melalui pelatihan kepada warga setempat dan mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Ekang Anculai.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa setempat, Wijiyono pun menyampaikan apresiasi atas langkah mahasiswa UMRAH yang telah membantu membuka wawasan baru bagi warga tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan KKN ini karena membuka wawasan baru bagi warga dalam memanfaatkan potensi alam sekitar. Hutan mangrove kini bukan hanya sebagai pelindung ekosistem, tapi juga bisa menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat,”kata dia.
Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRAH, Wahyudin, mengatakan, bahwa inovasi mahasiswanya tersebut sejalan dengan semangat pengabdian UMRAH untuk menghadirkan solusi berbasis potensi lokal.
Dia berharap, program pengolahan mangrove tersebut dapat menjadi produk unggulan desa sekaligus memperkuat identitas Ekang Anculai sebagai desa pesisir yang berdaya dan lestari.
“Inovasi pengolahan mangrove menjadi sabun ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa UMRAH dalam mendorong ekonomi berkelanjutan berbasis sumber daya lokal. Kegiatan seperti ini tidak hanya meningkatkan kapasitas masyarakat, tetapi juga menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir,” terang Wahyudin.(jp)
Editor: yn
