Pascagempa NTT, BNPB Catat 1.576 kali Gempa Susulan

PROKEPRI.COM, NTT – Pascagempa magnitudo 7,7 di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah gempa susulan mencapai 1.576 kali, dengan magnitudo terbesar 6,2.
“Sampai dengan hari Senin (17/8/2026), Pos Pendamping Nasional mencatat jumlah gempa susulan mencapai 1.576 kali, dengan magnitudo terbesar 6,2,”kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan, Selasa (18/8/2026).
Sedangkan BMKG merilis, dari total gempa susulan tadi, sebanyak 54 gempa susulan yang dirasakan warga.
“Aktivitas gempa masih fluktuatif dan pola peluruhan belum terlihat jelas. Diperkirakan kondisi akan mulai stabil dalam 2–3 minggu ke depan,”ungkap Berton.
Ia menerangkan, lebih dari 60 warga meninggal dunia dalam peristiwa ini.
“Tim pencarian dan pertolongan (SAR) juga masih melakukan penyisiran di lokasi terdampak bencana. Pencarian dan pertolongan melibatkan ribuan tim gabungan yang dikoordinasikan Basarnas,”kata Berton.
Tim SAR tersebut meliputi personel Basarnas 63 orang dan potensi SAR 1.799 orang.
“Basarnas tidak mendapatkan lagi adanya laporan orang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, Basarnas tetap menurunkan personel secara optimal khususnya di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur,”sambung Berton.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di wilayah terdampak terus memutakhirkan data kerusakan bangunan tempat tinggal.
Rincian kerusakan rumah di wilayah Kabupaten Nagekeo, terdiri 116 unit rumah rusak berat (RB), 6 unit rumah rusak sedang (RS) dan 42 unit rumah rusak ringan (RR).
Kabupaten Ende, kerusakan terdiri dari 108 unit rumah RB, 85 unit rumah RS, dan 268 unit rumah RR.
Kabupaten Manggarai, rincian kerusakan meliputi 761 unit rumah RB, 76 unit rumah RS, 147 unit rumah RR.
Kabupaten Manggarai Timur, kerusakan meliputi 23 unit rumah RB, 15 unit rumah RS, 11 unit rumah RR.
Kabupaten Manggarai Barat, kerusakan meliputi 481 unit rumah RB, 202 unit rumah RS, 231 unit rumah RR.
Kabupaten Ngada, total kerusakan mencapai 1.796 unit rumah. BPBD masih melakukan pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan tersebut.
Sedangkan di Kabupaten Sikka, jumlah tempat tinggal terdampak meliputi 145 unit rumah RB, 16 unit rumah RS, 12 unit rumah RR.
Di samping rumah warga, guncangan gempa juga merusak sejumlah fasilitas umum, seperti tempat ibadah, fasilitas kesehatan, pendidikan, perkantoran dan fasilitas umum lain, termasuk akses jalan.
Sebelumnya diberitakan, wilayah NTT diguncang gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang berpusat di laut sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026) lalu.
Dengan kedalaman 15 kilometer, peristiwa tersebut telah menyebabkan 60 warga meninggal dunia (data Senin (17/8/2026).
Selain menimbulkan korban jiwa, gempa juga mengakibatkan kerusakan pada berbagai fasilitas umum, termasuk puluhan sarana pendidikan.(yn)
