KEPRI

Ketua HNSI Anambas Versi Bogor Mediasikan Perselisihan Antarnelayan di Palmatak

Suasana mediasi perselisihan antarnelayan di Palmatak yang di fasilitasi Plt Ketua DPC HNSI versi Bogor Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau, Dandi Andika, Jumat (12/6/2026). Foto prokepri/Agus Suradi.

PROKEPRI.COM,ANAMBAS – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) versi Bogor Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau, Dandi Andika, turun langsung memediasikan perselisihan antarnelayan di kawasan perairan Desa Lidi dan Desa Ladan, Kecamatan Palmatak, Jum’at (12/6/2026) kemaren.

Perselisihan antarnelayan itu antara nelayan pancing ulur dan nelayan tembak ikan.

‎‎Upaya yang dilakukan Dandi Andika, untuk menjaga keharmonisan antarnelayan serta menciptakan situasi yang kondusif di wilayah perikanan setempat. Kedua belah pihak pun dipertemukan dalam mediasi tersebut.

Dandi Andika menegaskan bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan melalui dialog dan musyawarah tanpa harus menimbulkan konflik yang berkepanjangan. ‎Menurutnya, komunikasi dan saling menghargai menjadi kunci utama dalam menjaga persatuan sesama nelayan.

‎“Persoalan ini bisa kita selesaikan dengan baik apabila kedua pihak saling menghargai dan saling memahami kondisi serta kepentingan masing-masing. ‎Yang terpenting adalah menjaga persatuan dan kebersamaan sesama nelayan,”ujarnya dalam keterangan Sabtu (13/6/2026).

Dandi Andika juga mengimbau para nelayan untuk saling menjaga ekosistem dan jangan menggunakan obat ataupun alat yg bisa merusak karang dan ekosistem laut.

“Kita menggantungkan hidup dengan laut, mencari nafkah di laut jadi saya mengajak semua kalangan nelayan ayo bersama sama kita jaga laut kita ekosistem kita, jangan lah menggunakan obat atau alat yg merusak habitat laut termasuk karang,”ingatnya.

‎‎Sementara itu, Yupin, mewakili HNSI Palmatak, mengajak seluruh nelayan untuk mengedepankan sikap kekeluargaan dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul di lapangan.

‎Ia berharap tidak ada lagi perselisihan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil laut.

‎Melalui mediasi yang dilakukan HNSI, kedua belah pihak akhirnya bersepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan berkomitmen untuk saling menghormati hak serta aktivitas masing-masing di wilayah penangkapan ikan.

‎Kesepakatan tersebut diharapkan dapat menjaga hubungan baik antar nelayan dan menciptakan suasana yang aman, tertib, serta harmonis di kawasan perairan Desa Lidi dan Desa Ladan, Kecamatan Palmatak.(as)

Editor: yn

Back to top button