Imbas Tutupnya Matahari Tanjungpinang, Rudy Chua Kawatir Hypermart dan Bioskop XXI Menyusul

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Legislator Provinsi Kepri, Rudy Chua bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menemui managemen Matahari Departemen Store terkait penutupan operasional permanen di Mall Tanjungpinang City Center (TCC), Minggu (20/4/2025).
“Pertemuan dihadiri managemen Matahari bapak Susendra selaku manager operasional dan Manajemen Mall TCC bu Amanda terkait rencana penutupan Matahari Departemen Store Tanjungpinang,”kata Rudy kepada prokepri, Minggu (20/4/2025) malam.
Hasil pertemuan, Rudy menerangkan, bahwa Matahari akan menutup operasional secara permanen pada 1 Mei 2025, dikarenakan murni persoalan bisnis.
“Omset mereka (Matahari,red) dibawah target juga sepi, karena masyarakat lebih memilih belanja ke Matahari Batam, ketimbang di Tanjungpinang,”ungkapnya.
Sejogyanya, sambung Rudy, pemerintah daerah tidak bisa ikut campur terkait mundurnya Matahari dari Mall Tanjungpinang. Namun, hal ini, kata dia, mestinya dapat dipertimbangkan.
“Kalau Matahari mundur, Hypermart juga mundur dan Bioskop TCC XXI juga mundur nantinya. Tak mungkin hanya penyewaaan Hypermart dan XXI pendapatan sewa Mall TCC. Kalau sampai Mall ini tutup, ini satu-satunya Mall yang representatif di Tanjungpinang, kita kawatirkan Ibu Kota Provinsi Kepri Kayak mana nanti,”tuturnya.
Rudy mengatakan, untuk itulah, ia mengajak Kadisperindag mewakili Pemerintah Provinsi Kepri menemui managemen Matahari plus managemen Mall TCC untuk meminta Matahari mempertimbangkan keputusannya.
“Kira-kira ada solusi gak, apa karena sewa atau yang lain. Apa masih bisa (bertahan). Namun, kita ga mungkin intervensi mereka, akan tetapi kita memberikan perhatian dan meminta pertimbangan mereka,”tegasnya.
Pemerintah Daerah (Pemda), masih Rudy, akan memberikan bantuan dari segi regulasi dan siap melakukan pertemuan dengan pihak manajemen Matahari pusat untuk menfasilitasi permasalahan Matahari Tanjungpinang.
“Juga beberapa permasalahan yang selama ini berkembang di masyarakat, terkait pengelolaan TCC kepada manajemen TCC, seperti tarif parkir, tarif sewa yang dianggap mahal, dan lain-lain,”
Jika pun terjadi alias tutup, Rudy menambahkan, Matahari akan memenuhi kewajiban mereka untuk membayar pesangon kepada 70 lebih karyawannya.
“30 pegawai Matahari dan 40 lebih pegawai brand. Total 70 lebih. Komitmen mereka, akan memenuhi pesangon, kalau ini tutup,”tutup Rudy.
Penulis/Editor: yn
