BMKG Tarempa Imbau Masyarakat Anambas Waspada Angin Kencang dan Gelombang Tinggi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tarempa mengimbau masyarakat dan operator pelayaran mewaspadai cuaca ektrem, mulai dari hujan ringan, angin kencang hingga gelombang tinggi yang berpotensi melanda wilayah Kabupaten Anambas.
Kepala BMKG Tarempa, Samuel Sutanto Sidauruk, melalui Boni Hantoni, selaku Pengamat Meteorologi dan Geofisika Kepulauan Anambas, menjelaskan, bahwa cuaca tidak stabil masih berpotensi terjadi akibat keberadaan EX Tropical Cyclone (TC) Senyar.
“Waspada hujan ringan, angin kencang, dan gelombang hingga 2,5 Meter,”ujar Boni merilis prospek potensi cuaca ektrem untuk tiga hari ke depan di wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (29/11/2025).
Berdasarkan hasil pemantauan terbarunya, ia menyebutkan, kondisi cuaca di wilayah ini diperkirakan masih dipengaruhi dinamika atmosfer yang bersumber dari sistem tekanan rendah di Laut Cina Selatan.
”Sistem EX TC-SENYAR terpantau berada di sebelah barat perairan Anambas dan diperkirakan akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia dalam 24 jam ke depan menuju Laut Cina Selatan. Sistem ini memiliki kecepatan angin mencapai 35 knots dan berpotensi kembali meningkat menjadi kategori siklon tropis level 1,”ungkap Boni.
“Walaupun bergerak menjauh, efek tidak langsung masih dirasakan berupa peningkatan kecepatan angin, potensi hujan, dan peningkatan gelombang laut,”sambung Boni.
Selain kondisi atmosfer, BMKG juga memantau kondisi maritim yang menunjukkan adanya peningkatan gelombang di sekitar perairan Anambas. Dengan rincian tinggi gelombang, 30 November 2025 kategori Sedang (1,25–2,5 meter), 1 Desember 2025 Rendah (0,5 – 1,25 meter) dan di 2 Desember 2025 Rendah (0,5 – 1,25 meter).
“Potensi gelombang laut mencapai hingga 2,5 meter, utamanya di area pelayaran dan jalur nelayan,”beber Boni lagi.
Meski tinggi gelombang diperkirakan menurun dalam dua hari berikutnya, BMKG tetap mengimbau nelayan, operator transportasi laut, dan pelaku wisata bahari agar tetap berhati-hati, terutama di perairan utara Anambas yang berpotensi mengalami gelombang tertinggi.
Boni menambahkan bahwa masyarakat disarankan untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat mengantisipasi perubahan cuaca secara cepat.
“Keselamatan aktivitas laut, penerbangan, maupun masyarakat di wilayah pesisir menjadi prioritas. Kami sarankan terus memantau update cuaca yang kami rilis secara berkala,”pungkasnya.(as)
Editor: yn
