Viral Penolakan Pasien, Walikota Amsakar: Evaluasi Menyeluruh RSUD Embung Fatimah

PROKEPRI.COM, BATAM – Walikota Batam Amsakar Achmad menegaskan perlu ada evaluasi menyeluruh di RSUD Embung Fatimah khususnya terhadap regulasi yang menyulitkan masyarakat, dalam layanan kesehatan. Terlebih, insiden viralnya pengembalian (penolakan,red) pasien di waktu subuh, menurutnya, tidak boleh terulang lagi.
“Kalau memang ada aturan yang menyulitkan, kita harus koreksi. Kalau pasien datang dalam kondisi butuh dirawat, layani dulu. Masalah pembiayaan, kalau tak tercover BPJS kita pikirkan jalan keluarnya,”ucap Amsakar, Jumat (20/6/2025).
Ia menekankan pentingnya pendekatan pelayanan yang lebih humanis, terutama pada sektor-sektor yang menyangkut langsung kebutuhan dasar masyarakat. Ia juga menyoroti peran penting kehumasan rumah sakit dalam merespons dinamika isu publik.
“Ini menjadi perhatian kita semua. Humas RSUD Embung Fatimah harus diperkuat dan lebih responsif. Di era digital seperti sekarang, arus informasi sangat cepat. Maka cara kita merespons pun harus bijak dan penuh kearifan,,”pesannya.
Sebelumnya, Amsakar Achmad, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Embung Fatimah, Kamis (19/6/2025). Tak berhenti di situ, Amsakar langsung melanjutkan kunjungannya ke kediaman keluarga pasien BPJS Kesehatan yang ditolak yakni Muhammad Alif Okto Karyanto (12) di Kaveling Sei Lekop, Sagulung, Kota Batam.
Langkah ini diambil Amsakar untuk mencari duduk perkara terkait pemberitaan yang sempat menghebohkan publik, yakni dugaan penolakan pasien oleh pihak RSUD Embung Fatimah.
“Saya sudah datangi langsung RSUD Embung Fatimah dan bertemu dengan keluarga pasien,,”ungkap Amsakar.
Di RSUD, Amsakar menggali informasi langsung dari jajaran manajemen dan tenaga medis tentang kronologi penanganan pasien, mulai dari saat kedatangan hingga pasien dinyatakan boleh pulang. Berdasarkan penelusuran, RSUD disebut telah menjalankan prosedur serta memberikan tindakan kepada pasien dan menjalin komunikasi dengan keluarga pasien.
“Kami ingin masyarakat tidak kesulitan mengakses layanan kesehatan,,”tegasnya.
Usai dari RSUD, Amsakar disambut hangat keluarga dan warga di kediaman pasien, Blok A No 69, Kaveling Sei Lekop. Di hadapan perangkat RW dan tokoh masyarakat setempat, Amsakar menyimak keterangan keluarga dan juga masyarakat setempat. Ia juga menyampaikan penghargaan atas sikap keluarga yang memilih tidak memperpanjang polemik.
“Kami bersyukur bisa bertemu langsung dengan keluarga. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Batam, saya menyampaikan rasa bela sungkawa. Ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak,” tutupnya.(wan)
Editor: yn
