KAMPUS

Mahasiswa KKN STISIPOL Raja Haji Ikut Sosialisasikan Proklim dan Pengelolaan Sampah 3R di Lingga

Tampak mahasiswa KKN Stisipol Raja Haji kolaborasi bersama Pemerintah Desa Resun dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga mensosialisasikan Proklim dan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Desa Resun, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Rabu (13/8/2025). Foto dok tim KKN Stisipol

PROKEPRI.COM, LINGGA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji ikut mensosialisasikan Program Kampung Iklim (Proklim) dan pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Desa Resun, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Rabu (13/8/2025).

Kegiatan kolaborasi dengan Pemerintah Desa Resun dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Zainal, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini.

“Alhamdulillah, kegiatan sosialisasi berjalan lancar dan mendapat respon positif dari masyarakat. Kami berterima kasih kepada DLH Kabupaten Lingga, Pemerintah Desa Resun, dan rekan-rekan mahasiswa KKN STISIPOL Raja Haji yang telah berkontribusi aktif,”ujar Zainal.

Ia berharap, kegiatan ini tidak berhenti di tahap sosialisasi saja, tetapi dilanjutkan dengan aksi nyata seperti pengelolaan sampah mandiri, pembuatan kompos, dan penghijauan desa.

“Sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus memperkuat potensi wisata alam Desa Resun agar tetap asri dan berkelanjutan,”sambung Zainal.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal.

Proklim merupakan inisiatif nasional yang mendorong aksi lingkungan berbasis komunitas untuk menurunkan emisi gas rumah kaca.

Desa Resun sendiri tercatat sebagai salah satu dari 300 besar penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023.

Sebelumnya, desa ini juga telah menanam 350 pohon dalam rangka peringatan Hari Desa Asri Nusantara 2023, sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap pelestarian lingkungan.(is)

Editor: yn

Back to top button