KEPRI

Komisi II DPR RI Siap Kawal Pembentukan Provinsi Natuna Anambas di Senayan

Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda (tengah) bersama Gubernur Ansar dan Bupati Cen Sui Lan menyanyikan lagi indonesia raya pada pembukaan diskusi publik percepatan pembentukan KKNA di Gedung Sri Serindit, Natuna, Rabu (23/4/2025).F-i

PROKEPRI.COM, NATUNA – Ketua Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda menyatakan kesiapannya mengawal aspirasi pembentukan Provinsi Khusus Kepulauan Natuna Anambas (KKNA) di Senayan.

Menurut Rifqinizamy, terdapat tiga alasan utama mengapa Natuna dan Anambas layak menjadi provinsi tersendiri.

“Pertama, posisi Natuna di garis depan Indonesia yang berbatasan dengan delapan negara menjadikan wilayah ini sangat strategis, baik dari sisi pertahanan maupun potensi ancaman,”katanya saat menghadiri Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Badan Perjuangan Pembentukan Provinsi Khusus Kepulauan Natuna Anambas (BP3K2NA) di Gedung Sri Serindit, Natuna, Rabu (23/4/2025).

“Kedua, sumber daya alamnya yang melimpah belum tergarap optimal karena keterbatasan kewenangan. Dan ketiga, percepatan pembangunan daerah, khususnya wilayah perbatasan, membutuhkan pendekatan yang lebih terfokus seperti lewat provinsi khusus,”sambung Rifqinizamy menjelaskan.

Ia pun menegaskan pentingnya memperkuat publikasi dan komunikasi publik mengenai urgensi pemekaran ini agar dukungan masyarakat dan pemerintah pusat semakin solid.

Ditempat sama, Bupati Natuna, Cen Sui Lan, menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi KKNA adalah bagian dari kontribusi daerah perbatasan untuk mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Kami siap berkontribusi lebih besar untuk bangsa ini, asalkan diberi kewenangan dan ruang untuk berkembang,”ungkapnya penuh harap.

Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad ikut hadir pada diskusi ini kembali menunjukkan komitmennya yang teguh dalam mendukung pemekaran wilayah tersebut demi pemerataan pembangunan dan penguatan kedaulatan nasional di wilayah perbatasan.

“Pemerintah provinsi bersama Bappenas telah menyusun roadmap transformasi ekonomi Kepri, dengan Natuna sebagai fokus utama pengembangan dalam kerangka ‘Permata Biru di Gerbang Utara Indonesia’,”ungkap Ansar.

Oleh karena itu, ia menilai pemekaran Natuna dan Anambas menjadi provinsi khusus bukan sekadar kebutuhan administratif, melainkan langkah strategis untuk menjawab ketimpangan pembangunan serta mempercepat kemajuan kawasan perbatasan.

“Saya menjadi yang pertama menandatangani rekomendasi dukungan pemekaran ini. Komitmen saya sudah saya sampaikan langsung saat pertemuan para gubernur di Kalimantan Timur. Kini saatnya kita bergerak bersama agar perjuangan ini bisa segera terwujud,” ujar Ansar mantap.

Diskusi publik yang mengangkat tema ‘Percepatan Pembentukan Provinsi Khusus Kepulauan Natuna-Anambas dalam Perspektif Integrasi dan Kedaulatan Bangsa di Perbatasan’, turut menghadirkan narasumber utama seperti Dr. Oksep Adhayanto dari Universitas Maritim Raja Ali Haji dan Ketua BP3K2NA Umar Natuna, serta dihadiri oleh berbagai tokoh penting, seperti Ketua DPRD Natuna, anggota DPRD Provinsi Dapil Natuna-Anambas, Sekda, Wakil Ketua DPRD Natuna, Forkopimda, dan kepala OPD.(ndre)

Editor: yn

Back to top button