KEPRI

82.466 Orang di Kepri Menganggur

ilustrasi butuh pekerjaan. Foto sumber internet
ilustrasi butuh pekerjaan. Foto sumber internet

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Jumlah pengangguran di Kepulauan Riau (Kepri) pada Februari tahun 2016 mencapai 82.466 orang, dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menurun. Dimana TPT Februari 2016 sebesar 9,03 persen apabila dibandingkan dengan TPT Februari 2015 sebesar 9,05 persen.

Kepala BPS Provinsi Kepri Dumangar Hutahuruk mengatakan, pada Februari 2016, TPT untuk pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan menempati posisi tertinggi yaitu sebesar 18,84 persen, disusul oleh TPT Sekolah Menengah Atas sebesar 11,65 persen, sedangkan TPT terendah terdapat pada tingkat Perguruan Tinggi yaitu sebesar 2,36 persen.

“Jika dibandingkan keadaan Februari 2015, Secara umum, TPT pada semua tingkat pendidikan mengalami penurunan kecuali pada tingkat pendidikan SD ke bawah dan sekolah menengah kejuruan,” ungkap Dumangar di Tanjungpinang, Minggu (8/5).

Dumangar menerangkan, pada Februari 2016, penduduk bekerja pada jenjang pendidikan SD kebawah masih tetap mendominasi yaitu sebanyak 240.350 orang (28,94 persen). Sedangkan penduduk bekerja dengan pendidikan Diploma sebanyak 25.149 orang (3,03 persen) dan penduduk bekerja dengan pendidikan Universitas sebanyak 92.937 orang (11,19 persen).

Sedangkan jumlah angkatan kerja di Kepri pada Februari 2016 mencapai 912.904 orang, meningkat sebanyak 17.461 orang dibanding Februari 2015, dimana jumlah angkatan kerja pada Februari 2015 sebanyak 895.443 orang. Sementara, jumlah penduduk yang bekerja di Kepri pada Februari 2016 mencapai 830.438 orang, bertambah 16.011 orang dibanding keadaan Februari 2015.

“Pada Februari 2015 jumlah penduduk yang bekerja sebanyak 814.427 orang,” jelas Dumangar.

Dumangar memaparkan, bahwa selama setahun terakhir (Februari 2015-Februari 2016), jumlah penduduk yang bekerja mengalami penurunan pada beberapa sektor, terutama di Sektor lembaga keuangan, real estate, usaha persewaan dan jasa perusahaan sebanyak 17.583 orang (38,26 persen), Sektor Industri sebanyak 16.502 orang (8,63 persen), serta sektor pertanian sebanyak 12.228 orang (10,32 persen).

“Sektor yang mengalami kenaikan tertinggi adalah Sektor Perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi yang mengalami kenaikan jumlah penduduk bekerja sebanyak 27.799 orang (17,25 persen), serta sektor jasa kemasyarakatan yaitu sebesar 18.670 orang (12,08 persen),” sambungnya.

Dumangar menambahkan, berdasarkan jumlah jam kerja pada Februari 2016, sebanyak 688.337 orang (82,89 persen) bekerja di atas 35 jam per minggu, sedangkan penduduk bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 15 jam per minggu mencapai 23.829 orang (2,87 persen). (***)

Tinggalkan Balasan

Back to top button