KEPRI

Satu Warga Tanjungpinang Positif Virus Corona, Diisolasi di RSUP Ahmad Tabib

 

Kadinkes Kepri Tjetjep didampingi Kadinkes Kota Tanjungpinang, Dirut RSUP Ahmad Tabib dan Satgas Covid 19 memberikan keterangan seputar warga positif covid 19 di kantor BPBD di Tanjungpinang, Selasa (17/3/2020). Foto prokepri/yandri.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Satu orang warga Tanjungpinang positif terjangkit virus corona atau covid 19. Saat ini, pasien diisolasi di RSUP Ahmad Tabib.

“Iya, laki-laki usia 71 tahun,” kata Kepala Dinas (Kadinkes) Kepri, Tjejep Yudiana didampingi Kadinkes Kota Tanjungpinang, Rustam, Dirut RSUP Ahmad Tabib plus Satgas Covid 19 Kepri di kantor BPBD di Meja 7, Selasa (17/3/2020).

Tjetjep mengatakan, warga positif covid 19 tersebut terjangkit dari negara jiran Malaysia.

“Dari Malaysia,” ungkapnya

Kronologisnya, sambung Tjetjep, berawal dari keluhan demam dan mual-mual usai pulang dari Malaysia pada tanggal 10 Maret kemaren.

“Selanjutnya ke RSUP diperiksa dan langsung di isolasi tanggal 13 Maret dan di tanggal 14 Maret diambil sampel dikirim ke laboratorium di Jakarta n hasilnya diumumkan hari ini (positif covid 19,red),” jelasnya.

Saat ini, masih Tjetjep, pihaknya bersama Satgas covid 19 sudah menelusuri kontak tracking korban seluas mungkin.

“Hingga tadi malam, keluarga dan yang ada hubungan dekat dengannya sebanyak 20 orang sudah dikarantina di RSUP,” jelasnya.

Tjetjep menekankan, tidak hanya itu, dari 20 orang sudah dikarantina di RSUP, Satgas covid 19 akan melakukan tracking lagi secara lebar.

“Diperluas tracking lebih lebar lagi bahkan anggota masyarakat yang pernah komunikasi dengan 20 orang dikarantina kita minta melapor,” imbaunya.

Dilokasi yang sama, Kadinkes Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan, pasien positif covid 19 sehari-hari bekerja sebagai pembuat dan penjual tahu.

“Menyangkut pekerjaannya, membuat dan menjual tahu,” katanya.

Rustam memastikan pihaknya bersama Satgas covid 19 sudah melakukan upaya tracking termasuk pembersihan wilayah riwayat perjalanan pasien corona tersebut dengan penyemprotan disinfektan.

“Udah. Kita sudah lakukan tracking 124 orang yang berinteraksi dengannya. Terdiri dari komunitas pelabuhan, ABK kapal, keluarga dan tim medis,” paparnya.

Penulis : yandri

Back to top button