Besok, Pemko Layangkan Teguran kepada Bascamp Resto & Bar Tanjungpinang
Terkait Acara Party Berpakaian Sekolah Dapat Bir Gratis

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang dipastikan akan melayangkan surat teguran kepada managemen Bascamp Resto dan Bar yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kilometer 4 (Simpang Pamedan) besok Senin (3/10). Teguran diberikan karena Bascamp melakukan kegiatan ‘party pengunjung berpakaian sekolah dapat bir gratis’.
“Senin (3/10) nanti, kami (Pemko Tanjungpinang) akan melayangkan teguran pertama untuk Bascamp. Teguran dilayangkan agar mengingatkan mereka untuk tidak melakukan acara seperti itu lagi plus menjaga ketertiban ditengah masyarakat. Acara yang dibuat itu sudah meresahkan masyarakat,” kata Sekretaris Daerah Kota
(Sekdako) Tanjungpinang Riono kepada Prokepri.com, Minggu (2/10).
Riono membenarkan bahwa malam kemaren dirinya mendatangi Bascamp. Kedatangannya, kata Riono, menindaklanjuti pesan singkat pengaduan dari masyarakat yang diterima Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah.
“Jadi pak wali menerima pengaduan dari masyarakat bahwa Bascamp itu pelayan-pelayannya menggunakan pakaian sekolah lengkap dengan lambang Osis plus kalau pengunjung datang dengan pakaian sekolah dapat 3 jak bir gratis. Saya menindaklanjuti dengan mendatangani Bascamp, ternyata betul,” bebernya.
Sewaktu berada di Bascamp, Riono menceritakan, seluruh pelayan Bascamp berpakaian sekolah mulai dari SD dan SMA lengkap dengan lambang Osisnya.
“Nah saya menegur kok seperti ini. Oh ini pak cuma time line aja, kata mereka. Tetapi etika kan gak kena. Kitakan melarang anak sekolah minum bir. Dia bilang, pengacaranya bilang, pak ini bukan anak sekolah. Loh kan sama aja kalau pelayan anda bawa minuman alkohol kesana kemari. Kalau orang memang sudah tidak sekolah lalu berpakaian sekolah lalu minum bir, kan orang melihatnya tidak seperti itu,” terang Riono menceritakan kronologisnya.

Rino heran dan dapat memastikan bahwa setiap orang yang melihat kegiatan itu pasti bertanya-tanya, kenapa anak sekolah minum bir.
“Disitulah yang saya tegur. Lalu pengusaha itu merasa tidak terima, sehingga emosi agak sedikit tinggi pada malam itu. Lalu saya mendatangkan Satpol PP dan bantuan kemanaan dari Polres. Namun, tidak terjadi apa-apa hanya berdebat saja. Dalam debat saya tekankan hanya masalah etika. Masalahnya etika. Mereka mengatakan, pak kami bukan mengizinkan anak sekolah tapi pengunjung yang berpakaian sekolah, ya sama saja,” tegas Riono kepada managemen Bascamp.
“Anda sendirikan tak bisa bedakan mana anak yang sekolah dan mana anak yang berpakaian sekolah. Akhirnya kita minta pelayannya pada malam itu untuk mengganti baju dan dituruti sama bascam dan kami juga akan melayangkan surat teguran hari senin ini untuk bascamp,” tutup Riono.
Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil mengkonfirmasi managemen Bascamp Resto dan Bar. (Rudiyandri)
