KEPRI

Supir Taxi di Tanjungpinang Ditusuk dan Dirampok, Begini Kronologinya

 

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Parindra. Foto Ist

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Mardison (56), supir taxi yang biasa mangkal di Hotel Comforta Tanjungpinang ditusuk dan dirampok oleh penumpang di Jalan Raya Dompak, depan Kantor Kementrian PU Provinsi Kepri, Dompak, Rabu (02/12/2020) pukul 21.00 Wib malam kemaren.

“Korban bernama Mardison (supir taxi,red). Waktu Kejadian Rabu, tanggal 02 Desember 2020 sekira pukul 21.00 Wib. TKP Jalan Raya Dompak tepatnya di depan Kantor Kementrian PU Provinsi Kepulauan Riau ( Tugu Belum Selesai ),” kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando melalui Kasat Reskrim AKP Rio Reza Parindra kepada prokepri, Kamis (03/12/2020).

Kronologis kejadian, terang Rio, sekitar pukul 14.30 Wib siang, Rabu (02/12/2020), pelaku mendatangi korban supir taxi didepan Hotel Comforta dan meminta diantar kerumah istrinya yang beralamat di Kilometer 18 arah kijang tepatnya di daerah Jalan Peralatan Kijang.

“Korban mengantar pelaku ke Kilometer 18 arah kijang oleh Korban, korban pun kembali ke pangkalan depan hotel Comfort,” ungkapnya.

Rio melanjutkan, sekira pukul 20.00 wib malamnya, pelaku menelpon korban meminta dijemput di daerah yang sama.

“Kemudian setelah sampai di lokasi pelaku meminta korban untuk di antar ke Tanjung Siambang, Dompak, Tanjungpinang. Setibanya didaerah Tanjung Siambang pelaku mendadak minta berhenti dari mobil untuk buang air kecil kemudian saat itu juga pelaku langsung menusuk bagian dada korban menggunakan benda tajam berupa celurit sebanyak 1 kali hingga luka robek,” terang Rio.

Korban sempat melakukan perlawanan kepada terlapor, namun 1 (satu) unit kendaraan mobil Toyota Avanza warna silver BP 1826 YT berhasil dibawa kabur oleh pelaku.

“Keberadaan 1 (satu) unit mobil Toyota Avanza warna silver BP 1826 YT milik korban telah ditemukan didepan Gedung Arsip Kota Tanjungpinang,” beber Rio lagi.

Rio mengatakan, korban saat ini sedang ditangani oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tanjungpinang guna dilakukan tindakan medis.

“Pelaku masih diburu,” tutupnya.(yan)

Back to top button