SAR Tanjungpinang Hentikan Pencarian Anak 14 Tahun Hilang Terseret Arus

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Tim SAR Tanjungpinang menghentikan operasi pencarian anak 14 tahun hilang terseret arus parit di Kampung Karang Rejo, Kelurahan Pinang Kencana, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Minggu (7/1/2024). Penghentian dikarenakan hingga saat ini, tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Selamat malam semuanya. Mohon izin menginformasikan, untuk operasi SAR dilanjutkan dengan pemantauan ya, karena hingga saat ini, selama melaksanakan operasi tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban,” kata Kepala Basarnas Tanjungpinang Slamet Riyadi melalui Humas Ardilla kepada prokepri, Minggu (7/1/2024) malam.
Ardilla membeberkan alasan tim SAR gabungan kesulitan dalam mencari keberadaan korban hingga pada hari ketiga ini. Menurutnya, area pencarian dan penyisiranlah yang menjadi kendalanya lantaran di wilayah habitat buaya muara.
“Selama pencarian kami juga terkendala karena area pencarian dan penyisiran dilakukan di wilayah habitat buaya muara,”ungkap Ardilla.
Selain itu, sambung dia, tidak ada saksi mata pada saat kejadian korban hilang.
“Untuk itu, operasi SAR dilanjutkan dengan pemantauan,” jelas Ardilla.
Ardilla memastikan, keputusan tersebut berdasarkan kesepakatan tim SAR gabungan bersama pihak kelurga dan perangkat Desa Karang Rejo.
Dengan tidak ditemukannya tanda-tanda korban, maka TW 0107 16.00 G OPS SAR dinyatakan akan dilanjutkan dengan pemantauan,” tutupnya
Berita sebelumnya, tim SAR Gabungan sudah melaksanakan operasi pencarian sejak Jumat (5/1/2024) lalu. Namun, hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan.
Hilangnya korban bernama Rahmat Nurhakim (14) diketahui dari Ronnie (Karang Rejo) bahwa pada tanggal 4 Januari 2024, pukul 3 sore, korban diketahui tidak berada di rumah..
Korban diduga terbawa arus parit karena kondisi rumah yang berdekatan dengan parit besar dan cuaca hujan disertai banjir
korban juga memiliki kebutuhan khusus.
Penulis/editor: yan
