KEPRI

Pj Wako Hasan Tinjau Pelantar Senggarang

Tampak Pj Wako Hasan didampingi sejumlah Kepala OPD meninjau Pelantar Senggarang, Senin (29/1/2024). Foto Ist

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang Hasan meninjau Pelantar Senggarang, Senin (29/1/2024)

Peninjauan ini merupakan hasil pertemuan dengan warga setempat yang menyebutkan kondisi pelantar harus segera diperbaiki.

Dalam kesempatan itu, Hasan mengatakan telah menerima keluhan masukan dari masyarakat tentang pelantar tersebut. Ia sengaja meninjau kembali pelantar itu untuk menghitung biaya yang dibutuhkan.

“Kita coba hitung dulu. Bisa memakai APBD, bisa juga koordinasi dengan Pemprov. Kita lihat dulu berapa biayanya,” kata Hasan didampingi Kepala Dinas PUPR, Perkim, Kadisbudpar, Dishub, BPPRD, Bappelitbang lurah serta camat.

Hasan mengakui pelantar yang dulunya dibangun melalui swadaya masyarakat dan kerjasama dengan pemerintah itu memang sangat dibutuhkan.

Setiap hari, sambung dia, pelantar itu menjadi tempat lalu lintas warga untuk berbagai aktifitas dari pagi hingga sore.

“Kita juga harus menghitung berapa kebutuhan lainnya, seperti lampu jalan hingga sampah semuanya sudah kami dicatat,” ungkap Hasan.

Disampaikan Hasan, pelantar yang memiliki panjang sekitar 250 meter dan lebar sekitar 2,8 meter tersebut aktif digunakan setiap hari untuk penyeberangan ke Pelantar 1.

“Sekarang kondisi pelantar itu memprihatinkan dan tentunya dapat membahayakan keselamatan masyarakat yang hendak menyeberang,” beber Hasan.

Hasan menambahkan, selain meninjau pelantar ia dan rombongan juga memantau rumah tidak layak huni yang ada di kawasan tersebut untuk diberi bantuan.

Sementara itu Ketua RW 01, Sugito, menuturkan bahwa pelantar tersebut digunakan untuk penyeberangan dari Senggarang ke Tanjungpinang.

“Saat air laut pasang kondisi pelantar itu cukup menakutkan warga yang melintas,” ucapnya.

Sugito juga menyebutkan di tempatnya bertugas itu ada satu rumah kayu yang tidak layak huni dan berbahaya bagi penghuninya jika tidak segera diperbaiki.

“Waktu hujan saat air laut dalam bisa masuk ke rumah itu dan perabotnya bisa hanyut,” ungkap Sugito.***

Editor: odi

Back to top button