Pemkab Karimun Dinilai Gagal Menjaga Tradisi dan Kebudayaan

PROKEPRI.COM, KARIMUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun dinilai gagal menjaga tradisi dan kebudayaan pasca meniadakan Fetival Lampu Hias tahun 2024 karena tidak adanya anggaran.
Hal tersebut dikatakan Okta Alamsyah, Mahasiswa Kundur, Selasa (12/3/2024).
Menurut Okta, Partisipasi masyarakat dalam sebuah tradisi dan kebudayaan harus tetap di lestarikan, namun apabila tidak imbangi apresiasi dari pemerintah, lambat laun akan mengalami degradasi.
“Jika hal tersebut terjadi, pemerintah di anggap gagal menjaga tradisi dan kebudayaan tersebut,” katanya.
Okta melihat bahwa tujuan dari diadakannya lampu Colok atau hias tersebut ialah untuk menyambut memeriahkan bulan suci Ramadhan yang datang satu tahun sekali serta tetap melestarikan dan kebudayaan yang ada sebelumnya.
“Biasanya kegiatan ini di lombakan oleh Pemkab Karimun melalui Dinas Pariwisata, namun sangat di sayangkan di tahun 2024 ini, Dinas Pariwisata meniadakan Festival lampu Colok dengan alasan tidak adanya anggaran untuk kegiatan tersebut,”herannya.
Seharusnya, sambung Okta, Pemkab Karimun dapat mengimbangi APBD untuk dapat di alokasikan kepada kegiatan tersebut, mengingat kegiatan ini bukan lah di adakan setiap hari melainkan satu tahun sekali.
“Jika problemnya di anggaran, maka Dinas pariwisata harus berkerjasama dengan pemerintah daerah bahkan sampai ke pemerintah provinsi untuk kemudian dapat mengalokasikan dana untuk kegiatan ini,”tekannya.
Okta menambahkan, jika dilihat belum lama ini dari rilis Bapelitbang Karimun, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karimun mencapai angka melebihi nasional dan provinsi yaitu sebesar 5,50 persen.
“Hal ini tentunya suatu prestasi besar yang raih oleh Pemkab Karimun dalam pencapaian angka tersebut, tentunya sangat berpengaruh dengan pendapatan daerah,”tutupnya.***
Editor: yan
