Kepala Bisa Pecah, Kalau Buang Sampah Disini!

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Tiga buah spanduk dililitkan pada tiang plang nama jalan, spanduk berukuran satu meter kali satu meter itu terpampang jelas dengan huruf capital dan empat buah tanda seru ‘Hormati Orang Lain Jangan Buang Sampah Disini! Ketahuan Pecah Kepala Kau!!!”
Kalimat yang terkesan kasar itu tampaknya lumayan ampuh untuk memperingatkan kepada warga agar tidak buang sampah sembarangan di pangkal Jalan Gang Pelita, Jalan Tugu Pahlawan, Kelurahan Bukit Cermin, Tanjungpinang Barat.
Menurut salah seorang warga yang tak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa sepanduk itu telah dipasang sejak bulan desember 2016.
“Awalnya peringatan itu pakai cat pilok warna merah di atas triplek, tapi tidak mempan, kali ini kami gunakan tulisan yang dicetak dengan spanduk, biar jelas mereka lihat, kalau tak paham juga, entahlah,” ungkap salah seorang pemuda Gang Pelita, Kelurahan Bukit Cermin, Tanjungpinang, Selasa (7/3) kemaren.
Sampah yang di buang di pangkal Gang sangat mengganggu aktivitas warga, baunya yang menyengat hidung, juga mengganggu pemandangan, “Iya, biar mereka yang berfikir tentu tak mau buang sampah di sini,” ungkap salah seorang warga.
Ternyata yang buang sampah di lokasi tersebut bukan hanya warga setempat, tetapi juga para pengendara sepeda motor yang diam-diam membuang sampah,“Ada juga yang buang sampah kalau tengah malam pas orang-orang pada tidur, mereka seenaknya saja buang di situ, kadang buang sisa sayuran, bangkai juga,” ungkap Salim selaku penjaga Masjid Asbaurrijal yang tak jauh dari lokasi pembuangan sampah ilegal.
Kebiasaan buruk masyarakat yang seenaknya buang sampah di selokan, taman kota, pantai, laut dan merata tempat lainnya, seakan menjadi permasalahan klasik yang tak ada jalan keluar untuk diatasi. Salim menambahkan spanduk yang dipasang untuk menggertak warga yang buang sampah sembarangan juga masih belum begitu sakti menjadi solusi.
“Ape ketidak juge, tadi pagi masih saye tengok lori kuning berhenti depan gang itu, angkut beberapa bungkus sampah,” ungkap Salim.
Himbauan keras serupa spanduk tersebut juga sering kita lihat di beberapa jalan dan komplek perumahan yang ada di Tanjungpinang. Dipasang dengan media spanduk atau papan himbauan, berisi kata-kata satir yang keras seperti, yang buang sampah di sini binatang dan sebagainya. Nah good people, bagaimana seandainya setumpuk sampah tak bertuan itu berada di halaman depan rumah anda, apakah kata-kata sindiran itu juga akan keluar?.
Reporter : Rudi Rendra
