Portal JANTUNGMELAYU.COM Resmi Diluncurkan
Merawat Peradaban Melayu Di Era Digital

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Yayasan Jembia Emas meluncurkan portal jantungmelayu.com, di gedung Gonggong, pada sabtu malam (11/03).
Panitia sangat berbahagia tersebab kehadiran walikota dan wakil walikota secara bersamaan pada acara peluncuran portal ini.
Peluncuran portal ini bertujuan untuk merawat peradaban budaya melayu di era digital.
“Berbasis direktori pustaka digital, semua kearifan budaya melayu Kepri yang kita rindukan dan timang-timang kami ikhtiarkan untuk lestari di sini, inshaAllah tidak ada hoax di sini,” jelas Ramon Damora selaku direktur jantungmelayu.com.
Pada sambutannya Ramon Damora menyampaikan bahwa Gurindam 12 adalah ruh untuk menjaga peradaban melayu.
“Ada gurindam 12 untuk menangkal hoax, sebab dalam pasal gurindam 12 adalah pesan moral sebagai landasan untuk bertutur dan bertindak,” ujar Ramon Damora.
Lis Darmansyah menyampaikan rasa bangga akan kehadiran jantunghmelayu.com sebagai tempat untuk menjawab pertanyaan seputar keaslian khazanah dan kearifan melayu.
“Setiap hari jumat seluruh pegawai pakai tanjak, seminggu pertama masih pakai, tapi minggu ke dua sudah lepas, beginilah orang melayu sekarang mau ditegur dulu baru sadar, setelah kebijakan pakai tanjak lalu ada yang komplain etika bertanjak, nah disitulah fungsi jantungmelayu.com untuk memperbaiki bersama-sama dengan baik, semangat perbaikan corak kekhasan melayu yang dapat diakses kapanpun,” ujar Lis.
Lis juga berharap jantungmelayu.com harus berusaha untuk menampilkan sejarah melayu dengan media yang mudah dicerna generasi muda yang identik dengan kecerdasan dunia digital.
“Kemaslah sejarah melayu yang kekinian agar generasi kita mampu membaca dan mengingat sejarah dengan mudah, misalnya dengan komik dan media cerdas lainnya,” tambah Lis.
“Sejarah harus dikenalkan kepada anak-anak dengan kemasan yang mudah dicerna dengan tingkat pemahaman mereka, nah itulah tugas kita, kata-kata yang berat tentu sulit terekam dalam fikiran generasi saat ini,” tutup Lis Darmansyah.
Kemudian tak luput pula sebagai pembina, datuk Rida K Liamsi menyampaikan latar belakang munculnya ide peluncuran portal jantungmelayu.com
“Menjadi melayu tidak cukup dengan berdebat, harus ada karya yang dibuat, maka kenapa portal melayu ada di Jogja, maka pindahkanlah portal melayu itu ke bunda tanah melayu, baru dua bulan sudah 3000 ribu orang follow jantungmelayu.com,” ucap Rida K Liamsi.
Tok Rida mengajak pula kepada hadirin dan segenap pemerhati melayu untuk mengirimkan karyanya ke jantungmelayu.com
“Portal ini akan menjadi supermarket besar tentang segala hal yang berkaitan melayu, entah itu kuliner, sejarah, adat resam, dan kirimkan apa saja hal tulisan tentang melayu untuk memperkaya jantungmelayu.com, suatu hari kita berharap ini jadi rujukan dan wariskan kepada generasi selanjutnya, besarnya portal ini kitalah yang harus berperan,” harap Tok Rida.
“Sepanjang jantung kita berdenyut, sepanjang itu pula kita harus berdaya upaya menjaga jantung melayu, Tuah sakti hamba negeri, esa hilang dua terbilang, patah tumbuh hilang berganti, tak Melayu hilang di bumi.” tutup Rida K Liamsi dengan sumpah Hang Tuah.
Reporter : Rudi Rendra
