KAMPUS

Tiga Mahasiswa ITB Ciptakan SingWave

Tampak tiga mahasiswa STEI ITB, menciptakan alat bantu komunikasi dua arah berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung pembelajaran siswa tuli/bisu di sekolah reguler bernama SignWave. Foto ITB

PROKEPRI.COM, BANDUNG – Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) Institut Teknologi Bandung (ITB), menciptakan alat bantu komunikasi dua arah berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung pembelajaran siswa tuli/bisu di sekolah reguler bernama SignWave.

Dilansir dari ITB, Minggu (9/8/2026), SignWave dikembangkan oleh William Gerald Briandelo, Fairuz Apiulla Rahagi, dan Hifzhi Dinullah, mahasiswa Teknik Elektro ITB angkatan 2022, sebagai bagian dari Capstone Design yang ditampilkan pada EE Days 2026.

Inovasi ini dikembangkan untuk menjawab keterbatasan akses pendidikan inklusif, terutama bagi siswa yang berada di daerah dengan fasilitas Sekolah Luar Biasa (SLB), sekolah inklusif, maupun akses internet yang terbatas.

Melalui sistem penerjemah suara menjadi teks dan bahasa isyarat menjadi suara, perangkat ini dirancang untuk mengurangi hambatan komunikasi antara siswa dengan guru secara langsung di ruang kelas.

Dengan pemrosesan yang dilakukan secara lokal pada perangkat embedded, SignWave dapat bekerja dengan latensi rendah tanpa bergantung pada koneksi internet cepat. Sistem tersebut memungkinkan teknologi pendukung pembelajaran inklusif diterapkan secara lebih fleksibel, termasuk di sekolah-sekolah daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Inspirasi pengembangan SignWave berawal dari pengalaman langsung di lingkungan kampus ITB beberapa tahun lalu. Saat itu, terdapat mahasiswa tuli yang harus membaca gerak bibir (lip reading) dosen sepanjang perkuliahan untuk memahami materi. Ketika ingin bertanya atau memberikan tanggapan, mahasiswa tersebut harus menuliskan terlebih dahulu apa yang ingin disampaikan.

“Proses membaca bibir dan menulis manual di kertas sangat menyulitkan siswa serta memakan waktu. SignWave hadir untuk memangkas jarak tersebut sehingga interaksi di dalam kelas dapat berlangsung secara alami dan lancar,” ujar Hifzhi Dinullah.

Persoalan tersebut kemudian menjadi dasar pengembangan perangkat yang tidak hanya membantu siswa menerima informasi dari guru, tetapi juga memungkinkan siswa menyampaikan responsnya kepada lingkungan kelas.

SignWave mengintegrasikan dua sistem utama, yakni penerjemah isyarat ke lisan dan penerjemah lisan ke teks.

Pada sistem penerjemah isyarat ke lisan, siswa menyampaikan informasi menggunakan bahasa isyarat. Gerakan tersebut ditangkap oleh kamera, kemudian diproses oleh sistem dan diterjemahkan menjadi suara agar informasi dapat diterima oleh pengajar.

Berdasarkan hasil pengembangan, sistem ini memiliki akurasi sedikitnya 80 persen, latensi maksimal 10 detik, dan waktu operasional sedikitnya 135 menit. Pustaka sistem saat ini telah merekam sedikitnya 86 kosakata bahasa isyarat.

Sementara itu, pada sistem penerjemah lisan ke teks, pengajar menyampaikan materi secara lisan. Suara ditangkap melalui mikrofon dan diproses menjadi teks yang kemudian ditampilkan pada layar agar dapat dibaca oleh siswa. Sistem ini memiliki akurasi sedikitnya 80 persen, latensi maksimal 5 detik, serta waktu operasional sedikitnya 135 menit.

Perangkat SignWave terdiri atas sejumlah komponen utama, antara lain kamera, komputer mini, layar, dan mikrofon. Integrasi perangkat tersebut memungkinkan proses komunikasi berlangsung dua arah dalam satu sistem.

SignWave tidak hanya dikembangkan untuk menerjemahkan komunikasi dasar. Perangkat tersebut telah diuji untuk memahami berbagai istilah teknis dalam pembelajaran, mulai dari aljabar matematika hingga konsep teknik elektro seperti transistor NPN.

Pengguna juga dapat menambahkan kosakata baru secara mandiri ke dalam pustaka sistem. Kemampuan tersebut membuat SignWave dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan mata pelajaran maupun lingkungan pengguna.

Dalam pengembangannya, tim menempatkan tiga nilai utama pada SignWave, yaitu inklusif, portabel, dan komunikasi dua arah. Sistem dirancang untuk mendukung interaksi yang lebih setara antara guru dan siswa, memiliki bentuk yang ringkas untuk digunakan di berbagai lingkungan kelas, serta memberikan respons yang cepat untuk mendukung interaksi yang lebih natural dan efektif.

Editor: yn

Back to top button