KEPRI

Wawako Ariza: Renungan Suci Bukan Sekadar Seremoni

Tampak peserta bersiap mengikuti Upacara Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti, Tanjungpinang, Sabtu (16/8) dini hari. Foto prokepri/jp

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Wakil Walikota (Wawako) Tanjungpinang, Raja Ariza, menegaskan bahwa renungan suci bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk menguatkan kembali rasa kebangsaan.

“Pada dini hari ini, kita berdiri di hadapan makam para pahlawan yang telah memberikan segalanya untuk negeri ini. Renungan suci adalah pengingat bagi kita semua, bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini lahir dari pengorbanan. Tugas kita adalah menjaga, merawat, dan mengisi kemerdekaan itu dengan kerja nyata bagi masyarakat,”ujar Ariza usai menghadiri Upacara Kehormatan dan Renungan Suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Pusara Bhakti, Tanjungpinang, Sabtu (16/8) dini hari.

Suasana khidmat pun terasa sejak dimulainya prosesi tepat pukul 00.00 WIB, saat kegelapan malam menyelimuti area pemakaman yang diterangi cahaya obor.

Agenda ini dihadiri Gubernur, Wakil Gubernur Kepri H Ansar Ahmad-Nyanyang bersama jajaran Forkopimda Kepri, pejabat TNI-Polri serta para veteran.

Para pejabat Kepri ini berdiri tegak sembari menundukkan kepala sebagai tanda penghormatan kepada para pahlawan bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia.

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin bertindak sebagai inspektur upacara. Asep membacakan naskah Apel dan Renungan Suci yang berisi penghormatan kepada para pahlawan, di antaranya 2 pejuang ’45, 136 veteran TNI-Polri, 7 sukarelawan, 2 pejuang rakyat, serta 2 pahlawan tak dikenal yang dimakamkan di TMP Pusara Bakti itu.

“Kami bersumpah dan berjanji bahwa perjuangan saudara-saudara adalah perjuangan kami pula. Jalan kebaktian yang saudara-saudara tempuh akan kami tempuh pula,” tegas Kapolda Kepri ini.

Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad sebelum meninggalkan Taman Makam Pahlawan menyampaikan bahwa apel kehormatan bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum untuk merenungi makna perjuangan para pahlawan.

“Mereka adalah putra-putri terbaik bangsa yang rela meninggalkan kenyamanan demi kemerdekaan. Kita sebagai penerus wajib menjaga dan mengisi kemerdekaan ini dengan karya nyata bagi bangsa dan negara,”ujar Ansar.

Dia juga mengajak masyarakat Kepri untuk menjadikan semangat perjuangan pahlawan sebagai inspirasi dalam menjaga persatuan, memperkuat kesatuan, serta mendorong kemajuan daerah.

“Semoga semangat mereka menjadi energi bagi kita semua dalam membangun Kepulauan Riau yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.(jp)

Editor: yn

Back to top button