Tim Mahasiswa ITB Raih Juara 2 di CENS UI 2026 Berkat Karya SKUY

PROKEPRI.COM, BANDUNG – Tim mahasiswa dari Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air (TPSDA), Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) Institut Teknologi Bandung (ITB) bernama Amreta Panthegris meraih Juara 2 dalam Innovatiove Essay Competition dalam rangkaian Civil Engineering National Summit (CENS) UI 2026.
Dalam kompetisi ini, mereka membawa karya bertajuk SKUY (Self-Closing Kinetic-Barrier and Urban-Aquifer). Inovasi ini sebagai jawaban atas permasalahan banjir rob di pesisir Jakarta.
Amreta Panthegris beranggotakan Putra John Fiter Sibuea, Jesica Ruth M. Sianturi, dan Fardan Naufal Tamam, berhasil memperkenalkan inovasi infrastruktur yang dirancang untuk mengatasi permasalahan banjir rob tersebut.
Tim mengamati bahwa banjir rob di wilayah pesisir Jakarta memiliki pola khas atau bersifat periodik. Muka air mencapai titik tertingginya mengikuti fase pasang purnama.
Untuk itu, mereka mengadaptasi Self-Closing Flood Barrier di Belanda yang memanfaatkan prinsip gaya apung untuk menahan kenaikan air laut secara otomatis.
Saat muka air laut naik, peningkatan tekanan hidrostatik akan mendorong panel aluminium untuk terangkat akibat gaya apung sehingga membentuk barikade yang menahan intrusi air laut ke daratan. Sebaliknya, saat air laut surut, tekanan hidrostatik akan menurun dan panel akan kembali ke posisi semula.
Selain banjir rob, Tim Amreta Panthegris menyoroti persoalan penurunan muka tanah (land subsidence) akibat ekstraksi air tanah berlebih. Walau saat ini jumlah ekstraksi menurun, warga sekitar masih sulit mengakses air bersih.
Untuk itu, SKUY menawarkan sistem desalinasi untuk mengolah air laut yang tertahan pada saat pasang menjadi air baku. Selain itu, air hasil desalinasi dapat diinjeksi kembali ke tanah guna menghambat laju penurunan muka tanah.
Keberhasilan yang dicapai Amreta Pantehgris tentunya tidak mudah. Perumusan ide adalah fase yang paling menantang karena tim dituntut menganalisis kasus dan menciptakan solusi yang relevan. Namun, perjuangan tersebut telah terbayarkan dengan dibawa pulangnya gelar juara.
“Lega karena segala yang diperjuangkan tidak sia-sia, sekaligus bahagia karena bisa mencapai juara bersama rekan-rekan satu tim,” ujar Fardan dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).
Menurut Fardan, kompetisi ini membawa banyak pelajaran berharga. Hal yang harus selalu diingat mereka adalah “menenangkan pikiran”, artinya menghindari rasa tidak percaya diri sembari mempersiapkan diri secara optimal.
Dengan prinsip tersebut, hambatan sesulit apa pun dapat dihadapi dan peluang berkembang terus terbuka.(i)
Editor: yn
