Ini Kata Presiden Prabowo Soal Nama Pengganti Immanuel Ebenezer

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dengan tegas mengatakan bahwa sudah mengantongi nama pengganti Immanuel Ebenezer yang sebelumnya telah dipecat dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) lantaran terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Ada Nanti, tenang aja. Sudah diurus semuanya itu,”ujar Prabowo singkat dilansir kompas, Rabu (27/8/2025).
Sebelumnya diberitakan, Immanuel Ebenezer, tersangka kasus dugaan pemerasan terkait sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Immanuel Ebenezer resmi dicopot dari jabatannya sebagai Wamenaker.
“Menindaklanjuti hal tersebut, Bapak Presiden telah menandatangani keputusan presiden tentang pemberhentian Saudara Immanuel Ebenezer dari jabatannya sebagai Wamenaker,”ujar Mensesneg Prasetyo Hadi dilansir kompas, Sabtu (23/8/2025).
Seperti diketahui, Immanuel Ebenezer menangis saat digiring menuju ruang konferensi pers di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Jumat (22/8/2025).
Pria yang akrab disapa Noel ini kepada wartawan menyampaikan permohonan maafnya kepada Presiden Prabowo Subianto serta istri dan anaknya serta rakyat Indonesia.
“Pertama, saya meminta maaf kepada presiden Pak Prabowo. Kedua, saya minta maaf kepada anak dan istri saya. Tiga, saya minta maaf terhadap rakyat Indonesia dan saya juga ingin mengkalrifikasi bahwa saya tidak di OTT,”ucap Ketua Prabowo Mania ini dan videonya beredar luas di media sosial.
Selain Noel, KPK juga menetapkan 10 tersangka lainnya dalam kasus sama. Yakni, pertama, Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025, kedua Anitasari Kusumawati selaku Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020 hingga sekarang. Ketiga, Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan kerja tahun 2022-2025 dan ke-empat, Subhan selaku Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit Bina K3 tahun 2020-2025.
Kemudian, kelima, Fahrurozi, Dirjen Binwasnaker dan K3 tahun 2025, keenam, Hery Sitanto, Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021-2025, ketujuh, Sekarsari Kartika Putri, Subkoordinator, kedelapan, Supriadi selaku Koordinator, Kesembilan, Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia dan kesepuluh, Miki Mahfud, PT KEM Indonesia.
Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam keterangannya mengatakan, kasus dugaan pemerasaan tersebut dengan modus memperlambat, mempersulit, atau bahkan tidak memproses permohonan pembuatan sertifikasi K3 yang tidak membayar lebih.
“Dari tarif sertifikasi K3 yang sebesar Rp275 ribu, tapi fakta di lapangan menunjunkkan bahwa para pekerja atau buruh harus mengeluarkan biaya hingga Rp 6 juta,”kata Setyo dalam jumpa pers di gedung mErah Putih KPK, Jumat (22/8/2025) dilansir detik.
Uang yang dikumpulkan dari dugaan pemerasaan ini sebesar Rp81 miliar dan mengalir ke pejabat di Kemnaker, termasuk Noel.
Sedangkan praktik dugaan kasus ini, sambung Setyo, sudah terjadi sejak beberapa tahun periode sebelumnya.
“Diperkirakan dari tahun 2019 sampai saat ini,”tegas dia.
“Sejumlah uang mengalir kepada pihak penyelenggara negara, yaitu saudara IEG (Immanuel Ebenezer Gerungan) sebesar Rp 3 miliar pada Desember 2024,”sambung Setyo mengungkapkan.
Seperti diketahui, Immanuer Ebenezer dikabarkan terjaring dalam operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Rabu (20/8/2025) malam.
OTT terkait kasus dugaan pemerasan terhadap perusahaan dalam pengurusan Sertifikat K3.
Dalam OTT, sebanyak 10 orang diamankan, termasuk Noel.
KPK juga menyita sejumlah uang, puluhan mobil dan motor mewah dalam OTT tersebut.(wan)
Editor: yn
