Tambak Ketahanan Pangan LANAL Bintan Diproyeksikan Bakal Panen 4,2 Ton Udang Vaname

PROKEPRI.COM, BINTAN – Tambak ketahanan pangan di Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Kabupaten Bintan yang berada di Desa Pengujan, diproyeksikan bakal memanen 4,2 ton udang vaname.
“Diproyeksi hasil panen bisa menyentuh angka 4,2 ton dengan target keberhasilan panen di angka 80 sampai dengan 90 persen untuk 140.000 udang hidup dengan berat rata-rata 30 gram saat masa panen,”ujar Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Kabupaten Bintan, Kolonel Laut (P) Dr. Eko Agus Susanto usai menyebar benih udang vaname di tambak ketahanan pangan Lanal Bintan di Desa Pengujan, Senin (8/9/2025).
Budidaya udang vaname ini dilakukan di atas lahan seluas 5 hektare dengan kisaran benih yang dikembangkan mencapai 160.000 ekor di 9 kolam budidaya yang tersedia.
“Upaya ini telah dipersiapkan selama beberapa bulan terakhir. Langkah penguatan pangan di sektor perikanan budidaya ini juga sempena memperingati HUT TNI AL ke-80 tahun ini,”jelas Eko.
Ditempat sama, Bupati Bintan, Roby Kurniawan yang ikut hadir menebar benih berharap, keberadaan tambak udang ini bisa menjadi salah satu kekuatan baru dalam meningkatkan ketahanan pangan di Bintan.
“Mari berkolaborasi menciptakan kemandirian pangan yang tentunya akan membawa kemajuan dan kesejahteraan,”imbau Roby.
Udang dengan nama latin litopenaeus vannamei ini juga dikenal dengan nama udang kaki putih atau udang putih pasifik atau udang raja. Spesies udang yang berasal dari timur Samudra Pasifik ini dinilai sebagai jenis udang yang sangat cocok untuk dibudidayakan.
Udang vaname adalah salah satu jenis udang yang populer untuk dibudidayakan di Indonesia.
Menurut rangkuman dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hampir semua petambak di Indonesia membudidayakan udang yang kaya akan manfaat ini. Dengan masa panen yang berkisar antara 4 sampai dengan 5 bulan, bahkan cukup 3 bulan jika kondisi pertumbuhan lebih cepat.
“Apresiasi kami atas nama Pemerintah Daerah kepada TNI AL khususnya LANAL Bintan. Hari ini bukan sekedar kita menabur benih, tapi sekaligus menabur harapan untuk masa depan yang lebih baik, dengan kemandirian pangan yang dimulai dari daerah,”tutup Roby.(adve)
