Indonesia, Harapan Baru dari Timur
Oleh: M. Adib Abdushomad, M.Ag, M.Ed, Ph.D, Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Kemenag RI

PROKEPRI.COM, OPINI – Ketika banyak bangsa masih bergulat dengan luka akibat perang dan perpecahan, Indonesia justru datang menawarkan harapan. Dalam percakapan dengan Profesor Sumanto Al Qurtubi, antropolog yang lama meneliti hubungan antaragama di Timur Tengah, ia menyebut Indonesia sebagai negara yang paling khas di dunia Muslim.
Bukan karena jumlah penduduknya yang mayoritas Islam, melainkan karena Islam di sini hidup bersama kebudayaan, berbaur dengan kemajemukan, dan tumbuh dalam suasana damai.
Dunia yang diliputi kecemasan dan kecurigaan kini menoleh ke Timur, mencari inspirasi dari negeri yang mampu menjaga harmoni di tengah perbedaan. Indonesia memiliki modal sosial yang tidak dimiliki banyak negara, yakni kemampuan menjadikan keberagaman sebagai sumber kekuatan moral.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), ormas-ormas keagamaan yang moderat, serta budaya gotong royong telah membentuk ekosistem damai yang berjalan tanpa sorotan berlebihan, namun bekerja secara nyata di lapangan.
Pidato yang diikuti gerak nyata keterlibatan Presiden Prabowo Subianto di Sidang Umum PBB tentang pentingnya penghentian kekerasan di Gaza menggema sebagai suara moral dari Selatan Global.
Dunia mendengar, sebab pesan itu lahir dari pengalaman bangsa yang memahami makna perdamaian bukan sebagai konsep politik, tetapi sebagai kebutuhan hidup sehari-hari. Indonesia berbicara tentang damai karena telah merasakan, mengalami, dan lived experiences itulah yang otentik.
Tidak salah kalau Indonesia layak menjadi kiblat dunia dalam upaya merawarat kerukunan umat beragama, Indonesia should take leadership for the world in term of religious harmony. Dari pengalaman panjang menjaga kerukunan, tumbuh keyakinan bahwa Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi dunia.
Bangsa Indonesia telah berhasil menunjukkan bahwa keberagaman tidak selalu membawa perpecahan, melainkan bisa menjadi sumber kekuatan moral yang menumbuhkan perdamaian. Di tengah dunia yang diliputi kecurigaan dan kekerasan, Indonesia hadir dengan ketenangan yang lahir dari kebiasaan hidup berdampingan dan saling menghormati.
Indonesia memang tidak sempurna, namun dalam perjalanan sejarahnya ia berhasil membuktikan bahwa harmoni dapat dijaga tanpa harus meniadakan perbedaan. Selama semangat gotong royong dan kebijaksanaan sosial itu terus dipelihara, Indonesia akan tetap menjadi harapan baru dari Timur, tempat dunia menoleh untuk belajar bagaimana kemanusiaan dapat tumbuh dalam keberagaman.***
