KEPRI

Ketua Masjid At-Takwa Rintis Anambas Apresiasi Atas Keterbukaan Rencana Pembangunan Gereja di Desa Tarempa Selatan

Tampak Ketua Masjid At-Takwa Rintis Anambas Afandi bersama warga mengikuti sosialisasi awal rencana pembangunan Gereja di wilayah Rintis, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Sabtu (22/11/2025). Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Ketua Masjid At-Taqwa Rintis, Arfandi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa (Pemdes) dan panitia atas keterbukaan dalam sosialisasi awal terkait rencana pembangunan gereja di wilayah Rintis, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Sabtu (22/11/2025).

Ia menegaskan bahwa masyarakat Rintis selama ini hidup rukun tanpa konflik antar umat beragama.

‎Meski demikian, Arfandi meminta agar seluruh tahapan dilakukan secara transparan, baik terkait kelengkapan dokumen administrasi, survei lokasi, maupun proses komunikasi panitia dengan FKUB dan Kemenag.

Salah seorang perwakilan pemuda desa bernama Sulaimi juga meminta agar proses pelibatan masyarakat tidak hanya terfokus pada RT 12, melainkan mencakup seluruh RT di Desa Tarempa Selatan.

Menurutnya, keputusan yang hanya bertumpu pada satu RT berpotensi menimbulkan persoalan sosial di kemudian hari.

‎Desa Tarempa Selatan memiliki 2 kadus, 4 RW, dan 12 RT sehingga pelibatan perangkat desa secara lebih luas dinilai penting.

“Kami harap lebih dari separuh RT bukan warga ya, “cukup ketua RT nya saja di desa dilibatkan”. Jika ada dampak, yang menanggung bukan hanya satu RT, tetapi seluruh desa,” ujar pemuda itu.

‎Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kepulauan Anambas, Ali Muchsin menyatakan akan menunggu arahan dari pemerintah desa mengenai mekanisme pelibatan RT/RW dalam proses dukungan warga.

‎Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Edi Simanjuntak, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Rintis dilakukan karena jumlah jemaat HKBP yang berdomisili di kawasan tersebut lebih banyak dibandingkan wilayah lain.

‎Selain itu, komunikasi awal dengan masyarakat telah dilakukan sejak jauh hari untuk memastikan tidak ada pihak yang terkejut atas rencana pembangunan.

‎“Sebagian masyarakat memberikan dukungan, sebagian lainnya memiliki pandangan berbeda. Itu wajar. Yang penting proses berjalan dengan baik, terbuka, dan saling menghormati,” ujarnya.

‎Edi berharap musyawarah dan proses sosialisasi dapat menghasilkan keputusan terbaik bagi semua pihak.

‎Kegiatan sosialisasi berlangsung aman, tertib, dan dialogis. Sosialisasi ini menjadi langkah awal menuju proses administrasi resmi dalam rencana pembangunan rumah ibadah HKBP Tarempa di wilayah Rintis, Desa Tarempa Selatan.(as)

Editor: yn

Back to top button