Basarnas Tanjungpinang Kirim Puluhan Personel dan Alut ke Lokasi Bencana Aceh

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang mengirim puluhan personel dan Alat Utama (Alut) ke lokasi terdampak bencana di Provinsi Aceh, Jumat (28/11/2025).
“Berdasarkan perintah Ka Basarnas untuk melakukan penguatan personel dan Alut ke wilayah lokasi bencana banjir yang terjadi di Provinsi Aceh,”kata Kepala Basarnas Tanjungpinang, Fazzli, Jumat (28/11/2025).
Ia menerangkan, bahwa Lokasi yang menjadi tujuan mereka adalah Lhokseumawe.
“Berdasarkan informasi yang diterima, daerah tersebut belum terjangkau karena banyak jalur darat yang terputus. Sehingga Basarnas menggerakkan personel dan Alut dari kantor SAR Tanjungpinang,”ungkap Fazzli.
Puluhan personel dan Alut diangkut dengan menggunakan kapal KN SAR Purwerejo via laut.
“Diharapkan seluruh personel dan Alut yang sudah disiapkan bisa tiba di Lhokseumawe untuk memberikan bantuan pencarian dan pertolongan, kemudian basarnas juga mengirimkan bantuan logisitik yang nantinya akan diberikan peda masyarakat yang terdampak di Provinsi Aceh,”pungkas Fazzli.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 20.759 jiwa dilaporkan mengungsi akibat bencana banjir yang melanda 16 Kabupaten-Kota di Provinsi Aceh sejak periode 18 November hingga 27 November 2025.
Laporan itu berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA).
Dalam laporannya, kondisi banjir di 16 Kabupaten/Kota yakni Pidie, Aceh Besar, Pidie Jaya, Aceh Tamiang,Aceh Tenggara, Aceh Barat, Subulussalam, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Singkil, Aceh Utara, dan Aceh Selatan di Provinsi Aceh.
Bencana ini terdampak pada rumah milik sebanyak 33.817 KK atau 119.988 Jiwa
“Sebagian besar kejadian masih dipicu oleh curah hujan tinggi, angin kencang, dan kondisi geologi labil yang berdampak pada banjir, tanah bergerak, serta tanah longsor,”tulis laporan BPBA pada Kamis (27/11/2025).
Selain itu, BPBA juga meminta pemerintah daerah untuk segera melakukan pertolongan cepat, pendataan jumlah korban, dan kerugian serta pemenuhan kebutuhan dasar korban terdampak bencana sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang berlaku.
BPBA terus melakukan koordinasi dengan BPBD di berbagai wilayah serta memastikan langkah-langkah penanganan darurat berjalan optimal.
BPBA mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah bergerak, dan longsor, terutama pada wilayah dengan curah hujan tinggi.(wan)
Editor: yn
