Hingga November 2025, Tercatat 152 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Tanjungpinang

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Hingga November 2025, kasus kekerasan perempuan dan anak di Kota Tanjungpinang tercatat sebanyak 152 kasus.
Data dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD-PPA) Kota Tanjungpinang ini diungkap Wakil walikota Tanjungpinang Raja Ariza dalam rapat koordinasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senin (8/12/2025).
Rinciannya, 59 kasus kekerasan terhadap perempuan dan 93 korban kekerasan anak.
“Angka-angka ini bukan sekadar statistik, tetapi alarm yang mengingatkan kita pada masalah besar yang harus segera ditangani,”kata Ariza.
Pada tahun 2024, terdapat 14 korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), terdiri dari 10 perempuan dan 4 anak.
“Sedangkan pada tahun 2025 ini telah dilaporkan kembali 4 kasus TPPO,”jelas Ariza.
Dia juga turut menjelaskan potensi kerawanan di Tanjungpinang yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia.
Kondisi tersebut, menurut Ariza, membuat wilayah ini rawan dijadikan titik transit jaringan perdagangan orang.
“Kota ini sering dijadikan persinggahan. Mobilitas antar-pulau yang tinggi membuat perpindahan korban berlangsung cepat dan sering tidak terpantau,”ingatnya.
Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, sambung Ariza, mendorong koordinasi yang lebih terpadu antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat penegak hukum, lembaga sosial, dan organisasi masyarakat.
Ia menyebut TPPO sebagai kejahatan serius yang merampas hak dasar korban sehingga membutuhkan langkah bersama.
“Kita harus saling mendukung agar ruang gerak pelaku semakin sempit dan korban bisa segera ditangani,”pesan Ariza.
Ariza mengajak seluruh pihak merumuskan langkah nyata dan memperkuat koordinasi. Ia pun berharap kolaborasi ini mampu menekan kasus kekerasan serta menghentikan praktik perdagangan orang di Tanjungpinang.
“Kerja bersama adalah kunci. Kita ingin memastikan perempuan dan anak di Tanjungpinang berada dalam lingkungan yang aman,”pungkasnya.(jp)
Editor: yn
