KEPRI

Siswa SMP Tewas Tenggelam di Laut Tanjung Lanjut

Mayat Ramadhani saat dilakukan visum oleh tim medis RSUP Ahmad Tabib Tanjungpinang usai ditemukan tewas tenggelam di perairan Tanjung Lanjut, Kampung Bugis, Minggu (14/5). Foto istimewa.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Seorang pelajar laki-laki kelas 2 di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Tanjung Lanjut, Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, Rahmadani (14) tewas tenggelam saat berenang di pantai laut Tanjung Lanjut, Minggu (14/5) sekitar pukul 14.30 WIB.

Mayat pelajar yang juga diketahui anak dari Ketua RW di Tanjung Lanjut tersebut ditemukan sekitar 3 jam kemudian oleh anggota Tim Basarnas dibantu segenap lapisan masyarakat dan nelayan, sekitar 100 meter di dalam air, melalui penyelaman. Saat ditemukan kondisi korban sudah tidak bernyawa lagi.

Peristiwa hanyut dan tenggelamnya pelajar SMP tersebut mengejutkan sejumlah masyarakat sekitar. Tim Basarnas Tanjungpinang yang mendapat informasi langsung terjun kelokasi melakukan pencarian bersama masyarakat lainnya.

Kejadian tersebut berawal saat korban bersama teman-temannya ingin mandi dan berenang di kawasan perairan tersebut. Namun ditengah asik berenang, tiba-tiba korban tidak terlihat lagi oleh teman-temanya. Kejadian itu langsung dikabari ke masyarakat lainnya termasuk orang tua korban.

Usai ditemukan, mayat korban langsung dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Raja Ahmat Tabib Tanjungpinang guna menjalani visum.

“Mayat korban ditemukan oleh Tim Basarnas dibantu para nelayan sekitar, dalam keadaan tidak bernyawa lagi di dalam air sekitar 100 meter dari lokasi kejadian awal,” kata Ketua Tagana Tanjungpinang, Hamdan membenarkan adanya kejadian tersebut.

Peristiwa tewasnya Ramdahani, pelajar SMP di Tanjung Lanjut ini, mengingatkan kejadian sebelumnya dialami seorang bocah laki-laki, Arya Maisa Siagian (6) hilang akibat hanyut terbawa arus selokan di dekat rumahnya, Perumahan Mahkota Alam Permai Kota Tanjungpinang, Kamis (11/5) sekitar pukul 08.00

Saat kejadian, kondisi cuaca di kawasan ini tengah diguyur hujan deras. Suasana tersebut dimanfaatkan bocah yang masih duduk di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) KB Salsabila KM 10 ini untuk mandi hujan.

Namun di tengah keasikannya main hujan, bocah yang pada tanggal 16 Mei besok genap usia 6 tahun itu terpeleset dan hanyut masuk ke parit berukuran sekitar 25 Cm x 30 Cm yang terdapat di depan rumahnya

Jasad bocah ini akhirnya berhasil ditemukan. Tim Basarnas mengapung di aliran anak sungai Toca (Sungai Buaya-red), berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat kejadian (TKP), Jumat (12/5) sekitar pukul 15.00 WIB.

Penulis : AL

Tinggalkan Balasan

Back to top button