KAMPUS

Mahasiswa KKN-PPM UGM Akan Gelar Budaya Pulau Penyengat Pada 1 dan 2 Agustus

Para mahasiswa KKN-PPM 2026 UGM Yogyakarta saat disambut di Kantor Walikota Tanjungpinang belum lama ini. Foto prokepri/i

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta akan menggelar “Budaya Pulau Penyengat” pada tanggal 1 hingga 2 Agustus 2026.

Kegiatan ini terbuka, dan melibatkan untuk masyarakat dalam pelestarian budaya, pemberdayaan UMKM, promosi wisata sejarah, hingga layanan kesehatan.

Ashar Saputra selaku Dosen Pembimbing Lapangan mahasiswa KKN-PPM UGM Tanjungpinang 2026, mengatakan, bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan masyarakat, pelaku budaya, pelaku usaha, wisatawan, dan mahasiswa dalam satu rangkaian kegiatan.

Pulau Penyengat, menurut dia, memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat sebagai salah satu pusat perkembangan peradaban Melayu. Pulau ini juga dikenal sebagai tempat berkembangnya bahasa Melayu yang menjadi salah satu fondasi bahasa Indonesia modern melalui karya-karya Raja Ali Haji.

Karena itu, mahasiswa tidak hanya belajar langsung mengenai sejarah dan budaya Melayu, tetapi juga mengajak masyarakat bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan tersebut.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami sejarah dan budaya secara langsung, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan warisan budaya Melayu,” ujar Ashar dalam keterangan, Kamis (23/7/2026).

Selama dua hari pelaksanaan, pengunjung akan disuguhkan berbagai pertunjukan seni Melayu, di antaranya Tari Persembahan, Tari Candra Canda Cinta Sukma, Tari Zapin Kreasi, pembacaan Gurindam Dua Belas, berbalas pantun, Tari Dara Melayu, Tari Dangkong, hingga Tari Lambak.

Selain itu, panitia juga menggelar Tour Cagar Budaya untuk mengenalkan berbagai situs bersejarah di Pulau Penyengat, serta Interactive Exhibition yang menyajikan informasi sejarah dan kebudayaan Melayu secara lebih menarik dan edukatif.

Kegiatan ini turut menghadirkan Pasar Kecik yang melibatkan pelaku UMKM lokal. Melalui kegiatan tersebut, produk masyarakat dapat diperkenalkan kepada pengunjung sekaligus membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi selama pelaksanaan gelar budaya.

Pada hari pertama, masyarakat juga dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan umum, kesehatan gigi dan mulut, serta layanan psikologi secara gratis. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan senam sehat dan talkshow budaya Melayu.

Ashar berharap Gelar Budaya Pulau Penyengat dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami potensi, sejarah, dan nilai budaya yang dimiliki Pulau Penyengat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk memahami potensi, sejarah, dan nilai budaya yang dimiliki Pulau Penyengat,” tutupnya.(i)

Editor: yn

Back to top button