KEPRI

Plafon Gedung DPRD Anambas Bolong, 20 Anggota DPRD Dinilai Tutup Mata

Tampak flafon bolong di gedung wakil rakyat di Anambas, Rabu (28/1/2026). Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Kondisi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas kian memprihatinkan.

‎Kerusakan serius pada atap dan plafon gedung hingga kini belum juga mendapat penanganan, memunculkan kesan pembiaran terhadap fasilitas vital lembaga legislatif daerah.

‎Pantauan PROKEPRI.COM di lapangan, Rabu (28/1/2026), menunjukkan sejumlah titik atap gedung mengalami kerusakan cukup parah. Di bagian dalam gedung, plafon terlihat bolong, rusak, dan tidak terawat.

Bahkan, di salah satu ruangan, kabel-kabel instalasi listrik tampak menjuntai tanpa pengaman, menciptakan potensi bahaya bagi pegawai serta aktivitas kerja di lingkungan DPRD.

‎Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga mengancam keselamatan. Padahal, gedung DPRD merupakan pusat aktivitas 20 anggota dewan dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

‎Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas, Jhon Aquarius, membenarkan bahwa pihak Sekretariat DPRD telah mengusulkan anggaran perbaikan, khususnya untuk atap dan plafon gedung. Namun, usulan tersebut belum dapat direalisasikan.

‎Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran daerah menjadi alasan utama tertundanya perbaikan gedung DPRD. Akibat keterbatasan tersebut, rehabilitasi fasilitas kantor legislatif belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

‎Meski demikian, ironisnya, di tengah alasan efisiensi anggaran yang menghambat perbaikan gedung DPRD, aktivitas perjalanan dinas masih terpantau berlangsung secara berulang.

‎Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terkait skala prioritas penggunaan anggaran daerah.

Kerusakan gedung DPRD yang terus dibiarkan berlarut-larut dinilai berpotensi memperparah kondisi bangunan dan meningkatkan risiko keselamatan kerja.

‎Padahal, sebagai fasilitas negara, gedung DPRD semestinya menjadi prioritas pemeliharaan demi menunjang kinerja lembaga legislatif secara optimal.

‎Hingga kini, belum terlihat langkah konkret dari 20 anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas untuk mendorong percepatan perbaikan gedung yang setiap hari mereka gunakan, meski kerusakan sudah terlihat nyata dan berlangsung cukup lama.(as)

Editor: yn

Back to top button