Gara-gara El Nino, Natuna Alami Titik Terendah Curah Hujan

PROKEPRI.COM, NATUNA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa bulan Februari hingga April 2026, di wilayah Natuna mengalami titik terendah curah hujan yang dipengaruhi oleh El Nino yang meningkatkan risiko kekeringan panjan dan karhutla.
El Nino sendiri merupakan fenomena memanasnya suhu muka laut di Samudra Pasifik bagian tengah-timur di atas rata-rata normal.
“Puncaknya kemarau di wilayah Natuna terjadi di bulan Maret ini dan kemungkinan masih akan terjadi sampai bulan April bahkan Mei, sehingga akan ada beberapa potensi kebakaran yang akan terjadi di beberapa titik di wilayah Kabupaten Natuna”kata Asrul, perwakilan BMKG Natuna pada Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Ruang Rapat Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Rabu (25/3/2026) kemaren.
Rakor penting ini dihadiri Bupati Natuna Cen Sui Lan serta dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk perwakilan Lanud Raden Sadjad, Lanal Ranai, Kodim 0318/Natuna, Kapolres Natuna, Kepala Kejaksaan Negeri Natuna, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti BPBD, Damkar, Dinas Lingkungan Hidup.
Dia juga menerangkan bahwa pada tahun ini, musim kemarau terjadi lebih awal di Indonesia, yang di pengaruhi oleh Angin Muson Australia dan diperkirakan masih akan berlangsung sampai dengan bulan Mei 2026.
Angin Muson Australia adalah angin timuran dari Benua Australia sedang bertiup menuju Indonesia.
“Angin ini dikenal membawa massa udara kering. Udara kering tersebut menghambat pertumbuhan awan hujan, yang seharusnya dapat membantu meredakan suhu. Kondisi ini membuat udara terasa sangat terik dan kering, dan Natuna akan kena imbasnya,”ungkap Asrul.(min)
Editor: yn
