Puluhan Pelajar hingga Balita Diduga Keracunan MBG di Siantan Tengah Anambas, Korban Terus Bertambah
Picu Kekhawatiran Masyarakat

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Siantan Tengah, Kabupaten Kepulauan Anambas, terus meluas dan memicu kekhawatiran masyarakat.
Setelah sebelumnya dilaporkan menimpa siswa SMPN 1 Air Nangak, kini insiden serupa juga terjadi pada pelajar tingkat SMP, SD, hingga balita di Desa Air Asuk, Kecamatan Siantan Tengah, Rabu (15/4/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, jumlah korban mengalami lonjakan signifikan. Jika awalnya hanya sekitar 11 siswa yang dievakuasi, kini jumlahnya diperkirakan telah mencapai puluhan orang, bahkan mendekati 96 siswa.
Kepala Desa Teluk Siantan, Ismaya Lokadi, mengungkapkan bahwa mayoritas korban merupakan pelajar tingkat SMP. Namun, siswa SD hingga anak usia TK juga turut terdampak dalam kejadian tersebut.
“Yang paling banyak anak SMP, tapi ada juga dari SD sampai TK,” ujarnya.
Para korban dilaporkan mengalami berbagai gejala seperti mual, muntah, dan sakit perut. Sebagian siswa dengan kondisi ringan menjalani perawatan di rumah, sementara yang mengalami gejala lebih serius langsung dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Beberapa korban bahkan dilaporkan dalam kondisi cukup serius, sehingga membutuhkan penanganan cepat dari tenaga medis.
Terkait penyebab kejadian, dugaan sementara mengarah pada makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa pada hari yang sama di wilayah Siantan Tengah. Namun demikian, pihak berwenang belum dapat memastikan sumber pasti keracunan tersebut.
Hingga saat ini, penyebab kejadian masih dalam proses penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak rumah sakit.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius berbagai pihak, mengingat jumlah korban yang cukup banyak serta melibatkan anak-anak dari berbagai jenjang usia.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada sembari menunggu hasil resmi dari pihak terkait.(as)
Editor: yn
