Pokir Anggota DPRD Kepri Kena Potong 50 Persen Tahun Ini

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Dana Pokok Pikiran (Pokir) anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terkena pemotongan 50 persen tahun ini.
Sebelumnya, mereka menerima jatah dana Pokir Rp6 miliar per anggota, saat ini hanya Rp2,5 miliar saja.
Rudy Chua, salah seorang anggota DPRD Provinsi Kepri membenarkan pemangkasan dana Pokir tersebut.
“Pagu pokir dulu sekitar Rp6 miliar dan untuk tahun ini tinggal Rp2,5 miliar untuk anggota,”kata Rudy kepada prokepri.com, Senin (11/5/2026) kemaren.
Imbas dari pemotongan itu, menurut dia, akan menimbulkan dampak langsung ke masyarakat.
“Masalah yang timbul adalah Pokir merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat (ada yg berupa perbaikan jalan, bantuan rumah ibadah dan lain-lain,red) sehingga dengan pemotongan tersebut akan menimbulkan dampak langsung ke masyarakat yang telah mengharapkan aspirasi yang mereka sampaikan ke dewan saat reses bisa terealisasi secepatnya,”ungkap Rudy.
Dia menambahkan, bahwa pemangkasan Pokir akibat efisiensi pemerintah pusat.
“Saat ini seluruh OPD kena pemangkasan habis-habisan akibat efisiensi pusat. Jadi ini pahit, tetapi harus bisa diterima, karena ini merupakan konsekuensi dari pengurangan anggaran yang ada,”tegas Rudy.
Selain itu, soal adanya isu pokir pimpinan dewan Kepri tidak terkena pemangkasan, legislator Partai Hanura ini tidak dapat memberikan keterangan.
“Kami pun tak tau,”pungkas Rudy.
Sementara itu terpisah, Sekretaris DPRD Kepri Ika Hasillah saat dikonfirmasi media ini belum memberikan jawaban soal kebenaran isu Pokir pimpinan dewan tidak terkena pemangkasan.(yn)
