
PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Sekretariat DPRD (Setwan) Provinsi Kepri menepis isu bahwa dana Pokok Pikiran (Pokir) pimpinan dewan tidak terkena pemangkasan tahun ini.
“Semua dipotong,”kata Kepala Bagian Umum dan Humas Protokol Setwan Kepri, Isnaini Bayu Wibowo kepada prokepri.com, Selasa (12/5/2026).
Tahun ini, ia menerangkan, pagu Pokir anggota dewan Provinsi Kepri senilai Rp5 miliar, mengalami pemotongan menjadi Rp2,5 miliar.
“Rp5 M dipotong Rp2,5 M,”ungkap pria yang akrap disapa Bowo ini.
Dia merincikan, tiap tahun anggaran Pokir anggota DPRD termasuk pimpinan jumlahnya berbeda.
“2025 memang Rp6 miliar. Tahun ini 5 miliar (kena pemangkasan jadi Rp2,5 miliar,red). Pernah tahun-tahun sebelumnya Rp4 miliar. Yang jelas tiap tahun berbeda-beda,”terang Bowo lagi.
Sebelumnya diberitakan, dana Pokir anggota DPRD Provinsi Kepri dipangkas hingga 50 persen tahun ini.
Tahun sebelumnya, mereka menerima jatah dana Pokir Rp6 miliar, sedangkan di 2026 ini hanya Rp2,5 miliar saja.
Rudy Chua, salah seorang anggota DPRD Provinsi Kepri membenarkan pemangkasan dana Pokir tersebut.
“Pagu pokir dulu sekitar Rp6 miliar dan untuk tahun ini tinggal Rp2,5 miliar untuk anggota,”kata Rudy kepada prokepri.com, Senin (11/5/2026) kemaren.
Imbas dari pemotongan itu, menurut dia, akan menimbulkan dampak langsung ke masyarakat.
“Masalah yang timbul adalah Pokir merupakan hasil penyerapan aspirasi masyarakat (ada yg berupa perbaikan jalan, bantuan rumah ibadah dan lain-lain,red) sehingga dengan pemotongan tersebut akan menimbulkan dampak langsung ke masyarakat yang telah mengharapkan aspirasi yang mereka sampaikan ke dewan saat reses bisa terealisasi secepatnya,”ungkap Rudy.
Dia menambahkan, bahwa pemangkasan Pokir akibat efisiensi pemerintah pusat.
“Saat ini seluruh OPD kena pemangkasan habis-habisan akibat efisiensi pusat. Jadi ini pahit, tetapi harus bisa diterima, karena ini merupakan konsekuensi dari pengurangan anggaran yang ada,”tegas Rudy.
Selain itu, soal adanya isu bahwasanya pokir pimpinan dewan Kepri tidak terkena pemangkasan, legislator Partai Hanura ini tidak dapat memberikan keterangan.
“Kami pun tak tau,”pungkas Rudy.(yn)
