Kasus Malaria di Kota Tanjungpinang Tercatat 518 Kasus

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang mengungkapkan bahwa kasus malaria saat ini tercatat 518 kasus.
“Penanganan dilakukan tidak hanya secara pasif, tetapi juga aktif melalui penemuan kasus di lapangan,”kata Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Kota Tanjungpinang Rustam, Rabu (24/6/2026).
“Petugas kami melakukan survei demam, penemuan kasus, sekaligus edukasi kepada masyarakat agar segera berobat jika mengalami gejala demam, dan mengikuti pengobatan sampai tuntas,”sambung Rustam.
Ia menjelaskan, pengobatan malaria membutuhkan waktu cukup panjang, sekitar 14 hari, sehingga kedisiplinan pasien menjadi kunci keberhasilan penyembuhan.
Selain penanganan kasus, upaya pencegahan juga dilakukan melalui peningkatan kebersihan lingkungan serta intervensi di area yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, terutama kawasan rawa.
“Kami juga melakukan fogging dua siklus untuk membunuh nyamuk dewasa,” sebut Rustam.
Dari hasil pemantauan, beberapa wilayah seperti Sebauk Darat dan Kampung Bebek sudah menunjukkan tren penurunan kasus. Namun, Sebauk Laut dan Senggarang Besar masih tercatat sebagai wilayah dengan angka kasus relatif tinggi.
Rustam mengingatkan, wilayah yang sudah mengalami penurunan tetap berpotensi mengalami kemunculan kasus kembali jika pengobatan tidak tuntas dan kebersihan lingkungan tidak dijaga.
Saat ini, tercatat sekitar 58 titik rawa kecil yang menjadi fokus pengendalian sebagai tempat perindukan nyamuk.
Sementara itu, Lurah Senggarang Edi Susanto menjelaskan terdapat enam titik sebaran malaria di wilayahnya, dengan tingkat paparan yang berbeda-beda di tiap lokasi.
Di Tanjung Sebauk Darat, dari 122 kepala keluarga (KK), sebanyak 109 KK tercatat terinfeksi. Sementara itu, Kampung Bebek mencatat 15 KK, Senggarang Darat 17 KK, Senggarang Besar 16 KK, dan Tanjung Sebauk Laut 88 KK.
“Sejumlah wilayah seperti Tanjung Sebauk Darat, Kampung Bebek, dan Senggarang Darat sudah mulai aman, namun Senggarang Besar dan Tanjung Sebauk Laut masih belum landai,” ujarnya.
Ia menyampaikan pemerintah bersama Dinas Kesehatan, Damkar, relawan, serta RT dan RW telah melakukan intervensi lingkungan, termasuk penaburan obat di sejumlah titik genangan bekas tambang.(i)
Editor: yn
