KAMPUS

STAIN SAR Kepri Teken MoU dengan KUIJSI Malaysia

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua STAIN SAR Kepri, Prof. Dr. Azni, M.Ag., dan Rektor KUIJSI, Prof. Madya Dr. Hussin bin Salamon di Ruang Rapat Dosen Gedung Kuliah Terpadu STAIN SAR Kepri, Kamis (13/8/2026). Foto SSK

PROKEPRI.COM, BINTAN – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau (Kepri) menjalin kerja sama strategis dengan Kolej Universiti Islam Johor Sultan Ibrahim (KUIJSI), Malaysia, Kamis (13/8/2026).

Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama di Ruang Rapat Dosen Gedung Kuliah Terpadu STAIN SAR Kepri.

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua STAIN SAR Kepri, Prof. Dr. Azni, M.Ag., dan Rektor KUIJSI, Prof. Madya Dr. Hussin bin Salamon.

MoU tersebut menjadi langkah strategis kedua institusi pendidikan tinggi ini dalam memperluas konektivitas akademik regional sekaligus membuka ruang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengembangan keilmuan, pertukaran sumber daya akademik, dan publikasi ilmiah.

Plt. Wakil Ketua I STAIN SAR Kepri, Dr. Fadhila Yonata, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi KUIJSI sekaligus menegaskan pentingnya menjadikan kerja sama internasional sebagai ruang pembelajaran bersama bagi dosen dan mahasiswa.

Menurutnya, penandatanganan MoU tidak boleh berhenti sebagai dokumen formal kelembagaan, tetapi harus diterjemahkan ke dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi civitas academica.

“Kolaborasi ini kita harapkan tidak hanya sebatas MoU di atas kertas, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk kerja sama antara dosen, mahasiswa, maupun dalam pengembangan program akademik bersama,” ujar Fadhila dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, rangkaian kegiatan bersama KUIJSI juga diisi dengan seminar internasional yang menghadirkan akademisi dari kedua institusi sebagai narasumber. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan dan pengalaman akademik sekaligus memperluas wawasan civitas academica terhadap perkembangan keilmuan di tingkat regional.

Selain seminar internasional, kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan mahasiswa KUIJSI dan mahasiswa STAIN SAR Kepri. Forum tersebut diarahkan sebagai ruang interaksi akademik, pertukaran pengalaman, dan pengembangan jejaring antarmahasiswa.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap dosen dan mahasiswa memperoleh wawasan baru serta pengalaman akademik yang lebih luas. Semoga kolaborasi ini menjadi langkah awal bagi kerja sama yang semakin kuat ke depannya,” tambah Fadhila.

Sementara itu, Dekan Sekolah Muamalat dan Pengurusan KUIJSI Malaysia, Puan Nur Hafizah Binti Jamaluddin, menyampaikan apresiasi dan menjelaskan bahwa KUIJSI terus mendorong penguatan pendidikan yang memadukan aspek teoretis dan praktis serta memperluas jaringan internasional sebagai bagian dari pengembangan pengalaman akademik mahasiswa.

Menurutnya, pengalaman belajar melalui interaksi lintas negara dapat membantu mahasiswa memperluas wawasan, bertukar perspektif, dan mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin terbuka dan kompetitif.

“Jaringan internasional penting bagi mahasiswa karena dapat membuka wawasan, memperluas pengalaman, dan memberikan persiapan yang lebih baik ketika mereka memasuki dunia pekerjaan,” jelasnya.

Ia juga memaparkan bahwa KUIJSI memiliki sejumlah program akademik yang mengintegrasikan pembelajaran teoretis dan praktis, termasuk bidang pengurusan halal dan pengajian Islam. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan nilai tambah bagi mahasiswa melalui pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan profesi.

Dalam konteks kerja sama dengan STAIN SAR Kepri, Nur Hafizah berharap hubungan kedua institusi dapat berkembang menjadi kolaborasi yang lebih luas, tidak hanya dalam bentuk kunjungan atau kegiatan seremonial, tetapi juga melalui pengembangan program akademik, penelitian, pertukaran pengalaman, serta kegiatan mahasiswa.

Adapun bidang kerja sama yang tercantum dalam MoU meliputi penawaran kursus bagi mahasiswa, staf, dan dosen; kerja sama penelitian; penyelenggaraan program dan konferensi bersama; pertukaran staf dan dosen; berbagi pengetahuan, keterampilan, serta sumber daya; dan pengembangan publikasi karya ilmiah.

Kerja sama tersebut juga membuka peluang bagi kedua institusi untuk mengembangkan berbagai bidang kolaborasi lain yang disepakati bersama sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas masing-masing.(i)

Editor: yn

Back to top button