KEPRI

Bupati Aneng Minta Pusat Perkuat Sistem Keamanan di Perbatasan Anambas

Bupati Anambas Aneng saat mengikuti pengarahan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Djamari Chaniago, bersama seluruh kepala daerah serta jajaran TNI dan Polri se-Kepulauan Riau di salah satu hotel di kawasan Batu Ampar, Kota Batam, Jumat (3/7/2026). Foto prokepri/Agus Suradi

PROKEPRI. COM,Anambas – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, meminta pemerintah pusat memperkuat sistem keamanan di daerah perbatasan yang dinilai menghadapi ancaman lintas negara semakin kompleks.

‎Aspirasi tersebut disampaikan Aneng saat mengikuti pengarahan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI, Djamari Chaniago, bersama seluruh kepala daerah serta jajaran TNI dan Polri se-Kepulauan Riau di salah satu hotel di kawasan Batu Ampar, Kota Batam, Jumat (3/7/2026).

‎Dalam kesempatan itu, Aneng menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Anambas merupakan salah satu beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbatasan langsung dengan jalur perairan internasional dan berdekatan dengan sejumlah negara, seperti Malaysia, Vietnam, Kamboja, dan Thailand.

‎Menurutnya, posisi tersebut menjadikan Anambas memiliki nilai strategis sekaligus menghadapi tantangan keamanan yang jauh lebih besar dibandingkan daerah lain. Karena itu, ia berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap penguatan sektor pertahanan dan keamanan di wilayah perbatasan.

‎”Kami berharap pemerintah pusat memberikan perhatian lebih kepada Anambas. Jangan sampai daerah perbatasan seperti kami terasa dianaktirikan, padahal kami berada di garda terdepan yang langsung berbatasan dengan negara lain,” kata Aneng.

‎Meski demikian, Aneng memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Kepulauan Anambas hingga kini tetap kondusif. Kehidupan masyarakat berlangsung harmonis dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah persatuan.

‎”Alhamdulillah masyarakat Anambas sampai hari ini tetap tenang. Mereka tidak mudah terpancing isu-isu nasional yang bisa memecah belah. Kehidupan masyarakat berjalan rukun dan kondusif,” ujarnya.

‎Namun, ia mengingatkan bahwa ancaman terbesar justru datang dari luar wilayah Indonesia. Letak Anambas yang berada di jalur pelayaran internasional membuat kawasan perairannya setiap hari dilintasi kapal-kapal asing, sehingga membutuhkan pengawasan yang lebih maksimal.

Menurut Aneng, berbagai potensi ancaman seperti pencurian ikan, penyelundupan barang ilegal, perdagangan manusia, hingga kejahatan lintas negara harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

‎”Karena banyak kapal asing melintas di sekitar wilayah kami, pengawasan harus diperkuat. Potensi penyelundupan, pencurian sumber daya laut, hingga kejahatan lintas negara menjadi ancaman yang nyata bagi daerah perbatasan,” tegasnya.

‎Menanggapi hal tersebut, Menko Polkam RI, Djamari Chaniago, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas politik, keamanan, persatuan, dan semangat kebangsaan.

Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan fondasi utama agar pembangunan dapat berjalan optimal dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat.

‎”Stabilitas politik dan keamanan harus kita jaga bersama. Seluruh stakeholder harus bersinergi menjaga persatuan dan semangat kebangsaan agar pembangunan daerah berjalan optimal dan masyarakat semakin sejahtera,” ujar Djamari.

‎Menanggapi usulan Bupati Anambas, Djamari memastikan aspirasi tersebut akan diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut pemerintah pusat memiliki perhatian terhadap wilayah-wilayah perbatasan yang menjadi garda terdepan Indonesia.

‎”Usulan dari Bupati Anambas akan kami sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Presiden memiliki perhatian besar terhadap daerah perbatasan dan menginginkan penguatan keamanan di seluruh wilayah terdepan Indonesia agar mampu menghadapi berbagai potensi ancaman maupun konflik di masa mendatang,” tutupnya.(as)

Editor: yn

Back to top button