Tim Peneliti UNAND Kembangkan Konsep Kewirausahaan Berbasis Iman

PROKEPRI.COM, PADANG – Tim peneliti Universitas Andalas (UNAND) mengembangkan konsep kewirausahaan berbasis iman (faith-based entrepreneurship) sebagai perspektif baru dalam memahami keberhasilan seorang wirausahawan.
Berangkat dari praktik kewirausahaan masyarakat Minangkabau yang berlandaskan nilai Islam dan falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, penelitian ini menawarkan ukuran keberhasilan yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga kesejahteraan spiritual, tanggung jawab sosial, dan keberlanjutan.
Ketua tim peneliti, Prof. Donard Games, menjelaskan bahwa selama ini kajian kewirausahaan masih didominasi paradigma Barat yang menempatkan pencapaian finansial dan pertumbuhan usaha sebagai tolok ukur utama keberhasilan.
“Ukuran tersebut tentu penting, tetapi belum sepenuhnya mampu menjelaskan makna kewirausahaan dalam masyarakat yang memiliki nilai budaya dan agama yang kuat. Keberhasilan usaha juga diukur dari ketenangan batin, keberkahan, manfaat bagi sesama, serta kedekatan dengan Tuhan,” ujarnya dilansir UNAND pada Kamis (16/7/2026).
Penelitian ini dilakukan bersama Prof. Dodi Devianto, Sanda Patrisia Komalasari, dan Belligo Agra dari Universitas Andalas, serta berkolaborasi dengan Peter Musyoka, Ph. D dari Kenyatta University, Kenya. Sebanyak 220 pelaku usaha kecil di Padang dan 215 pelaku usaha kecil di Nairobi menjadi responden dalam penelitian yang berlangsung pada Mei–Juli 2026.
Tim peneliti mengembangkan tiga konstruk utama, yaitu faith-based entrepreneurial resilience, faith-based entrepreneurial well-being, dan faith-based entrepreneurial success. Ketiganya menggambarkan kemampuan pelaku usaha menghadapi tantangan dengan menjadikan iman sebagai sumber ketahanan, membangun kesejahteraan psikologis dan spiritual, serta memaknai kesuksesan tidak hanya dari sisi finansial, tetapi juga keberkahan, integritas, keseimbangan hidup, dan manfaat bagi masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan berwirausaha berbasis iman menjadi penghubung penting antara ketahanan pelaku usaha dan kesuksesan usaha. Artinya, kemampuan menghadapi tekanan tidak otomatis menghasilkan keberhasilan apabila tidak disertai kondisi psikologis dan spiritual yang positif.
“Ketahanan perlu diterjemahkan menjadi ketenangan, optimisme, rasa syukur, dan keyakinan bahwa usaha yang dijalankan memiliki makna yang lebih luas. Di situlah kesejahteraan berbasis iman berperan penting dalam mendorong kesuksesan,” kata Prof. Donard.
Penelitian ini juga menghasilkan seperangkat indikator yang telah divalidasi di Indonesia dan Kenya untuk mengukur ketahanan, kesejahteraan, dan kesuksesan berwirausaha berbasis iman. Instrumen tersebut diharapkan dapat menjadi rujukan bagi penelitian kewirausahaan berbasis agama dan budaya di berbagai negara.
Menurut Prof. Donard, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalaman masyarakat di kawasan Global South dapat memperkaya pengembangan teori kewirausahaan dunia.
“Pengetahuan yang berakar pada budaya lokal dapat memberikan kontribusi penting bagi diskursus global. Kewirausahaan bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang kesejahteraan manusia, tanggung jawab sosial, nilai-nilai etis, dan pembangunan yang berkelanjutan,” tuturnya.
Penelitian yang didukung pendanaan Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY IRN) ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sekaligus memperkuat kolaborasi riset internasional antara Universitas Andalas dan Kenyatta University.(r/i)
Editor: yn
