BNPB Operasikan Modifikasi Cuaca di Wilayah Kalteng Tanpa Batas Waktu

PROKEPRI.COM, KALIMANTAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) dan sekitarnya akan terus digelar secara berkelanjutan tanpa terikat batasan waktu dan wilayah administratif.
Hal tersebut disampaikan Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Tengah, di Palangka Raya, Jumat (11/9).
Langkah ini diambil sebagai strategi utama untuk mereduksi dampak asap dan membasahi lahan gambut secara luas dengan memanfaatkan potensi awan hujan yang dideteksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Suharyanto menegaskan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca tidak akan dihentikan selama potensi bibit awan hujan masih terdeteksi. Setiap kali BMKG mendeteksi adanya keberadaan awan potensial, armada pesawat OMC diinstruksikan untuk segera melakukan penyemaian. BNPB juga akan menambah armada pesawat dari pusat apabila kapasitas yang ada di daerah dinilai masih kurang.
“Operasi Modifikasi Cuaca tidak ada kata berakhir selama potensi bibit awan hujan masih ada. Begitu BMKG mendeteksi adanya potensi awan, armada pesawat OMC wajib langsung melakukan penyemaian. Jika kebutuhan armada kurang, pusat siap menambah unit pesawat tambahan,” tegas Suharyanto dalam keterangan, Jumat (11/9/2026).
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, BNPB mencatat rekapitulasi intensif dukungan armada udara penyemaian bahan semai garam (NaCl) di wilayah Kalimantan Tengah sepanjang tahun 2026. Pengoperasian Pesawat Cessna 208 PK-FPU diawali pada periode 16 hingga 30 Juni 2026 dengan mencatatkan 63 jam 18 menit jam terbang serta menaburkan 31.000 kg bahan semai.
Misi tersebut berlanjut pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 selama 10 jam 13 menit dengan 5.000 kg bahan semai, dilanjutkan periode 31 Juli hingga 4 Agustus 2026 selama 7 jam 2 menit dengan 3.000 kg bahan semai, serta periode 11 hingga 15 Agustus 2026 selama 10 jam 13 menit dengan 5.000 kg bahan semai.
Saat ini, penerbangan Cessna 208 PK-FPU tahap terbaru yang dimulai sejak 6 September 2026 masih terus berlangsung dengan capaian sementara 15 jam 3 menit jam terbang dan 7.000 kg bahan semai.
Dukungan OMC di Kalimantan Tengah semakin diperkuat oleh perbantuan dari Mabes TNI dan Kementerian Lingkungan Hidup melalui pengoperasian satu unit Pesawat CASSA 212 A-2103. Sejak mulai dikerahkan pada 26 Agustus 2026 hingga saat ini, armada tersebut masih aktif beroperasi di udara Kalteng dan telah mencatatkan total 29 jam 23 menit jam terbang dengan menyebarkan sebanyak 13.600 kg bahan semai.
BNPB juga memberikan edukasi mengenai efektivitas dan rasionalisasi pemanfaatan alutsista udara. Penanganan karhutla tidak dapat menggantungkan sepenuhnya pada helikopter water bombing yang tingkat keakuratan tinggi dan biaya operasional sangat besar ditambah jangkauan pemadaman yang terbatas.
Kombinasi antara intervensi teknologi OMC di udara dan penyisiran intensif oleh Satgas Darat dinilai menjadi formula paling efektif dalam mengendalikan kebakaran lahan gambut. BNPB menginstruksikan Satgas Udara di Lanud setempat untuk terus merespons cepat data BMKG agar hujan buatan dapat turun optimal sebelum puncak musim hujan alami tiba pada Oktober hingga November mendatang.(red)
