KEPRI

Walikota Tanjungpinang Minta Pertamina Transparan

Terkait Terbatasnya Gas LPG 3 Kg

Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah SH.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Walikota Tanjungpinang H Lis Darmansyah SH meminta pertamina transparan menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada publik, terkait terbatasnya jumlah gas LPG 3 Kilogram (Kg) dalam tiga hari terakhir belakangan ini.

Ketidaktransparan pertamina, menurut Lis, berimbas kepada masyarakat untuk mendapatkan gas LPG 3 Kg pada hari Jum’at dan Sabtu (minggu kemaren).

“Hal ini disebabkan gas tersebut di agen yang disebarkan pada sub agen resmi maupun tidak resmi stoknya dikurangi oleh pertamina dari jumlah biasanya,” ungkap Lis, Rabu (6/9/2017).

Lis memaparkan, isu akan beralihnya pemakaian gas 3kg ke gas 5,5 kg juga membuat masyarakat Kota Gurindam menjadi tidak nyaman.

“Sekarang ini belum saatnya kita melakukan peralihan dari 3 Kg ke 5,5 Kg, melihat kondisi ekonomi masyarakat seperti ini,” tekan Lis.

Lebih lanjut, masih Lis, peralihan gas LPG tersebut, sebaiknya dilakukan pertamina secara bertahap, bukan secara spontan. Disamping itu juga, jangan sampai pertamina membuat kebijakan yang menyulitkan masyarakat.

“Saya mendapat laporan adanya peraktek suntikan LPG gas 3 Kg ke 12 Kg oleh oknum-oknum tertentu. Saya harapkan pihak kepolisian untuk segera menindaklanjutinya. Karena adanya pelanggaran dan jangan terulang lagi,” pinta Lis.

“Dengan adanya isu peralihan ini juga orang berbondong-bondong membeli gas. Namun mulai dari Selasa semalam kemaren sudah dilakukan operasi pasar dan kondisinya sudah normal kembali seperti biasa,” sambung Lis kembali.

Kendati demikian, Lis memastikan bahwa pemerintah juga sudah mengambil langkah-langkah kongkrit menuntaskan persoalan gas. Melalui Dinas Perdagangan,ekonomi serta kepolisian sudah diminta untuk melakukan sidak baik ke agen resmi maupun tidak resmi termasuk juga gas-gas subsidi yang disuntik ke gas non subsidi.

Selain itu juga Lis mengatakan, bahwa Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga diminta aktif turun untuk mengambil langkah-langkah strategis terkait gas LPG plus hal-hal yang lain yang berimbas kepada ekonomi. Karena akan berpengaruh kepada inflasi daerah.

Lis mengharapkan gas 3 Kg benar-benar dimanfaatkan untk masyarakat ekonomi kebawah. sedangkan ekonomi ke atas, hendaklah memakai gas-gas 5.5 Kg.

Ditempat terpisah, Kepala Bagian Ekonomi Muhamad Amin mengatakan, bahwa untuk saat ini belum terjadi kelangkaan gas elpiji.

“Gas bisa dikatakan langka, apabila di seluruh kecamatan yang ada di Kota Tanjungpinang tidak beredar lagi. Tetapi, kondisi yang terjadi, dari 4 kecamatan dengan 3 agen besar, sebagian kekurangan. Tapi sebagian tempat lagi masih tersedia pasokan gas LPG nya,” ungkap Amin.

Sesuai arahan walikota, sambung dia,  TPID juga sudah mengambil langkah-langkah konkrit. Antara lain, kata Amin, menyurati pertamina untuk bisa menjamin suplay gas elpiji di agen serta memastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Tanjungpinang.

Selain itu juga, pertamina diminta mengatur manajemen distribusi secara baik. Agar stok terus terjaga mengingat pendistribusian tidak dilakukan pada hari libur.

“Diharapkan juga pihak pertamina melakukan konfirmasi dan koordinasi dengan Pemko Tanjungpinang jika terdapat perubahan kebijakan yang berdampak pada pendistribusian LPG ,” desak Amin.

Amin juga menambahkan, pertamina juga perlu melakukan antisipasi pengoplosan dari 3 Kg ke 5,5 Kg atau 12 Kg.

“Pemko Tanjungpinang dan Pertamina sama-sama melakukan pengawasan untuk mengantisipasi pengoplosan. Sebagai informasi juga, sejak Selasa dan hari ini Rabu (6/9) operasi pasar masih berlangsung untuk menekan penimbunan yang diduga dilakukan oknum-oknum tertentu. Pertamina juga melakukan penambahan 50 persen pada 3 agen, dari stok biasa dan dilakukan operasi pasar,” terang Amin.

Amin menambahkan, operasi pasar sejak Selasa (5/9) dan hingga Rabu (6/9) masih berlangsung pada dua titik lokasi. Yakni SPBU Kilometer 3 mulai pukul 09.00 wib oleh agen PT. Bumi kharisma sebanyak 2 LO dan PT. Mulia Bintan Sejahtera di SPBU Kilometer. 7 sebanyak 1 LO juga dimulai pukul 09.00 wib. 1 LO ukurannya sebanyak 500 tabung gas LPG pada 1 truk.

Editor : YAN
Sumber : Pemko

Back to top button