TKBM Minta APBMI Tanjungpinang Naikkan Upah Buruh Bongkar Muat

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjungpinang meminta kepada Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) cabang Tanjungpinang-Bintan agar menaikkan upah buruh bongkar muat.
Sekretaris Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjungpinang, Sofyan mengatakan terkait kenaikan upah tersebut pihaknya sudah empat kali mengirim surat ke APBMI Cabang Tanjungpinang-Bintan.
“Dari tahun 2014 hingga 2017 ini sudah empat kali kami menyurati APBMI, tapi hingga sekarang belum ada tanggapan dari pihak APBMI sendiri,” kata Sofyan, Senin (30/10) di ruang kerjanya Pelabuhan Sri Payung, Kilometer 6 Tanjungpinang.
Ia juga menjelaskan, pengiriman surat tersebut dengan tujuan meminta untuk menaikkan upah buruh bongkar muat yang ada di Pelabuhan Sri Payung Kilometer 6 Tanjupinang ini.
Sebab, katanya, upah buruh bongkar muat ini hanya diberikan sebesar Rp 13 ribu per ton. Dan tidak pernah naik dalam 4 tahun terakhir ini. Baik bongkar muat semen maupun beras dan lainnya.
Untuk jumlah buruh bongkar muat di Pelabuhan Sri Payung Kilometer 6 ini ada sebanyak 150 orang. Dari sebanyak itu dibagi 7 group, ada yang 1 group 15-20 orang. Jadi, setiap group yang membongkar itu hanya dapat upah Rp 13 ribu perton.
“Hitungan kasarnya, mereka (Per 1 orang buruh) hanya mendapatkan paling banyak Rp 700 ribu per bulannya,” jelasnya.
Merasa tidak cukup dengan upah tersebut, lanjutnya, banyak buruh yang mencari kerja sambilan seperti ngojek, pemulung, kuli bangunan dan lainnya.
“Tapi, walaupun mereka (Buruh) kerja lain, mereka tetap bergabung di TKBM ini, kadang kita kesian juga, dan kita juga sudah berusaha selama ini untuk menaikkan upah mereka, tapi tidak ada respon dari APBMI,” ucapnya.
Padahal, lanjutnya lagi, Tahun 2016 lalu, upah buruh bongkar muat yang ada di Pelabuhan Pelni Kijang, sudah dinaikan oleh APBMI sebesar 25 persen. Tapi, buruh disini kok tidak dinaik-naiknya.
“Saya berharap kepada pihak APBMI dengan segera untuk menaikan gaji buruh tersebut. Kami tidak minta naik banyak, 5 persen saja jadilah yang penting naik,” tutupnya.
Reporter : AMRY
Editor : YAN
