Inilah Suka Duka Tim Gabungan Bongkar Sindikat Sabu 1,6 ton di Kepri

PROKEPRI.COM, BATAM – Tim gabungan Polri dan Bea Cukai berhasil melakukan pengungkapan sabu sebanyak 1,6 ton di Perairan Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau. Rencananya kapal yang membawa barang haram tersebut akan menuju Tanjung Lesung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
Pengungkapan ini bermula dari informasi yang masuk kepada Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Suwondo Nainggolan dan Kasubdit 2 Dit Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Donny Alexander. Mereka mendapatkan informasi akan adanya kapal pengangkut narkoba yang memasuki wilayah Perairan Indonesia.
Kemudian proses penyelidikan dimulai dengan dilaksanakan pemetaan terhadap wilayah Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. Tujuannya melakukan pemetaan terhadap garis pantai yang dapat digunakan untuk bongkar sabu dari kapal.
Suwondo Nainggolan menceritakan, banyak hal menarik dalam penyelidikan di pengungkapan kasus penyelundupan narkoba kali ini. Pasalnya, anggota yang memiliki penyakit sulit bisa sembuh dan ada pula yang belajar memasak di lapangan.
“Di mana anggota yang selama ini gatal-gatal bisa sembuh karena mandi di laut, demi tugas anggota harus berenang di seluruh pantai sebagai cover untuk meneliti pantai serta Kasubdit yang tidak pernah memasak jadi bisa memasak. Hal yang paling menarik yaitu kita merayakan hari valentine dengan makan malam bersama yang dipimpin oleh AKBP Doni Alexander,” kata pria yang pernah menjabat Kapolres Karimun dan Wakapoltabes Barelang ini kepada wartawan, Rabu (21/2/2018), di Jakarta.
Dijelaskannya, kemudian pada tanggal 15 Februari, tim melakukan koordinasi dengan sumber informasi. Setelah itu koordinasi lintas sektor bersama Bea Cukai serta atas perintah Kasat Gassus Polri Irjen Idham Azis tim berangkat menuju kota Batam, Kepulauan Riau.
“Terpilih enam orang sebagai Tim Tindak yang berada di Kapal Bea Cukai yang dipimpin oleh Kompol Indra Wienny Panjiyoga. Kondisi anggota saat itu tidak fit secara penuh, dikarenakan kondisi badan anggota kelelahan setelah melakukan penyelidikan narkoba jenis sabu seberat 239,7 kilogram serta penyelidikan di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari merdeka.com.
Ia mengungkapkan, setelah dilaksanakan press release oleh Kapolri di gedung promoter Polda Metro terhadap pengungkapan 239,7 kilogram maka dibentuklah Satgas gabungan antara Bareskrim Polri, Satgasus Polri dan Polda Metro Jaya. Dengan semangat juang yang tinggi anggota melanjutkan penyelidikan dengan melaksanakan Patroli Laut walaupun banyak anggota yang mual hingga muntah dalam patroli laut.
“Saat tiba di Pulau Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, anggota langsung menikmati keindahan Laut Anambas. Kemudian pada hari Senin tanggal 19 Februari 2018, tim Surveillance Udara yang dipimpin oleh Wadir Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Audie Latuheru, memantau pergerakan kapal di laut,”ungkap pria melati tiga dipundak.
Sambung dia, dikarenakan anggota tim yang ikut di pesawat baru pertama kali naik pesawat latih, anggota ini muntah sebanyak tiga kali dan terekam di Go Pro Wadir Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Audie Latuheru.
“Setelah mendapatkan titik koordinat kapal target, pada tanggal 19 September 2018 melakukan koordinasi dengan pihak Bea Cukai untuk dilakukan pengejaran. “Salah satu hal yang menarik yaitu dikarenakan speed boat Bea Cukai berkecepatan tinggi sempat menabrak kapal nelayan,” jelasnya.
Detik-detik menjelang tertangkapnya kapal target, Suwondo mengatakan, Tim Advance dipimpin Dony Alexander menunggu kegiatan seluruhnya dari pelabuhan. Pada masa penantian, terjadi hal-hal unik. Di mana salah satunya adalah ketika mencari sinyal telepon satelit.
“Lalu ketika ada beberapa kapal sudah tertangkap radar dengan segera Tim Satgas gabungan satgassus polri, bareskrim polri dan Polda Metro Jaya menggunakan Speed Boat nomer lambung BC 70005 dan BC 20007 dari Bea Cukai gabungan Pusat, bea cukai Tanjung Balai Karimun dan Bea Cukai Batam yang memiliki kecepatan tinggi mengarah ke lokasi TKP,”pungkasnya. Tahniah utk tim gabungan Polri dan Bea CUkai. (ira)
EDITOR : INDRA H
