Anggota Komisi V DPR RI Nilai Kecelakaan Yang Renggut 16 Nyawa Jadi Alarm Serius Pemangku Kepentingan

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda menilai kecelakaan maut bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, yang merenggut 16 korban jiwa menjadi alarm serius bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem keselamatan transportasi darat.
“Saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban. Kehilangan 16 nyawa dalam satu insiden adalah musibah besar bagi kita semua. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujar Zigo dalam keterangannya dikutip, Minggu (10/5/2026).
Baginya, penanganan tragedi tersebut tidak boleh berhenti pada proses pendataan korban semata. Sebab itu, Zigo mengingatkan pemerintah agar insiden ini sebagai bahan evaluasi terhadap tata kelola transportasi publik dan pemeliharaan infrastruktur nasional, khususnya di ruas Jalan Lintas Sumatera yang menjadi urat nadi konektivitas dan distribusi logistik di Sumatera.
“Jalan Lintas Sumatera adalah urat nadi ekonomi Sumatera. Tidak boleh ada pembiaran terhadap kerusakan jalan, sekecil apa pun lubangnya, karena taruhannya adalah nyawa. Saya meminta Kementerian PU untuk melakukan percepatan perbaikan jalan di titik-titik rawan,” tegasnya.
Legislator Fraksi Partai Golkar itu juga menyoroti temuan aparat terkait adanya tabung gas, sepeda motor, hingga mesin yang diangkut di dalam bus penumpang. Jika dibiarkan, tekan dia, praktik tersebut sangat membahayakan keselamatan penumpang dan tidak sesuai dengan standar keselamatan transportasi umum.
“Bus penumpang bukan truk logistik. Membawa barang mudah terbakar seperti tabung gas dan motor di dalam bus penumpang adalah fatal terhadap keselamatan. Ini harus ada sanksi tegas bagi operator otobus yang nakal,”ingat Zigo.
Apalagi, terangnya, pengawasan terhadap kendaraan pengangkut bahan berbahaya dan beracun (B3) juga perlu diperketat. Oleh karena itu, ia meminta evaluasi terhadap standar keamanan armada pengangkut BBM agar memiliki sistem mitigasi risiko yang lebih baik ketika terjadi benturan atau kecelakaan.
Zigo pun mendorong Kementerian Perhubungan umtuk meningkatkan pengawasan di terminal maupun titik keberangkatan untuk memastikan kendaraan penumpang tidak digunakan mengangkut barang-barang berbahaya.
“Fungsi kontrol harus berjalan. Bagaimana barang-barang berbahaya bisa masuk ke bus penumpang? Ini artinya pengawasan di terminal atau titik awal keberangkatan masih lemah,” pungkas politisi asal Dapil Sumatra Barat I .(i)
Editor: yn
