KEPRI

Enam Kejahatan Menonjol Di Kepri Sepanjang Tahun 2017

Kapolda Kepri didampingi Kabid Humas Polda Kepri. Foto ist.

PROKEPRI.COM, BATAM – Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi mengungkapkan sedikitnya ada 6 kasus kejahataan menonjol sepanjang tahun 2017 yang terjadi di sejumlah kabupaten/kota di wilayah hukum Polda Kepulauan Riau (Kepri).

“Kejadian menonjol tahun 2017 diantaranya penangkapan oleh Tipidkor Polda Kepri terhadap tersanga S dan Dirut BUMD Tanjungpinang yang terjaring OTT di Pasar Bintan Center Batu IX, Tanjungpinang, pada Jumat, tanggal 17 Februari 2017,”kata Irjen Didid dalam Refleksi Akhir Tahun Polda Kepri, yang diterima prokepri.com.

Kapolda dalam jumpa pers didampingi Wakapolda Polda Kepri Brigjen Yan Fitri Halimansyah, Irwasda Polda Kepri Kombes Pol Heru Pranoto, Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S. Erlangga dan sejumlah pejabat utama Polda Kepri, di Mapolda Kepri, Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, belum lama ini.

Selain itu, beber Kapolda, kejahatan menonjol lainnya di 2017 yaitu, kasus penculikan terhadap seorang warga negara asing (WNA) berinisial LL dengan tersangka 4 orang pelaku, yaitu D, KMS, C dan H, penangkapan di daerah Batuaji, Kota Batam, pada Minggu, 19 Maret 2017.

“Berikutnya, pada hari Minggu, 17 Juni 2017 di pelabuhan Bea Cukai Tanjunguncang, Batam tim gabungan Polda Metro Jaya, Polresta Depok, Bea Cukai, Investigation Biro (CIB) dan Tim Jatanras Lantamal IV Tanjungpinang menyergap kapal Wanderlust yang membantu sindikat penyelundupan sabu 1 ton senilah Rp1,5 triliun,”jelasnya.

Kapolda juga menyebutkan, kejadian menonjol lainnya tahun, pihaknya pada Kamis, 20 Juli 2017 di Polsek Belakang Padang telah diamankan seorang terduga teroris dengan inisial E.

“Pada hari Minggu, 17 September 2017 di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Bintan, telah disita 12 ton bahan pembuat PCC dan obat lainnya dalam dua unit truk. Berdasarkan hasil uji labfor didapati kandungan psikotropika di dalam obat-obatan tersebut,”ungkap Didid.

Terakhir kejadian menonjol, sambung Didid, pada Selasa, 25 Juli 2017, di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang pihaknya telah memeriksa sebanyak 61 saksi dari pengelompokan instansi pemerintah dan perusahaan yang terkait dugaan korupsi dana APBN program integrasi sistem akademik di perguruan tinggi negeri tersebut. (r/ira)

EDITOR : INDRA H

Back to top button