NASIONAL

BEM UI Khawatir IKN Akan Mangkrak dan Berhantu

Ilustrasi Ibu Kota Negara Baru.(Foto Ist)

PROKEPRI.COM,JAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI khawatir pemindahan ibu kota negara (IKN) akan mangkrak dan ibu kota baru bernama Nusantara itu akan menjadi ‘kota hantu’ seperti di Myanmar.
Sebagai informasi, pasca 16 tahun Naypidaw ditetapkan sebagai IKN Myanmar, menggantikan Yangon, kota itu seperti tak berpenghuni. Kota itu pun disebut sebut sebagai kota hantu.

Ketua Bem UI, Bayu Satria menyebut hal itu sangat mungkin terjadi di IKN Nusantara. Sebab, pemilihan kota IKN dan perumusan kebijakannya dilakukan secara cepat dan minim keterlibatan publik.

“Jangan sampai proyek besar ini menjadi proyek mangkrak yang pada akhirnya mengikuti jejak beberapa negara yang pernah gagal dalam pemindahan ibu kota,” kata Bayu kepada CNNIndonesia.com, Kamis (20/1).

“Seperti Myanmar hingga menjadi Kota Hantu karena minimnya keterlibatan publik dalam perumusan kebijakannya,” imbuhnya.

Bayu mengaku heran dengan keputusan pemerintah untuk memindahkan IKN ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Apalagi, pemerintah sampai menggeber proses pemindahan tersebut. Mulai dari pemilihan lokasi sampai UU IKN.

Dalam pengesahan UU IKN misalnya, ia menilai pemerintah terkesan terburu-buru. Pansus RUU IKN baru ditetapkan pada 7 Desember 2021. Dengan kata lain, pembahasan RUU IKN hanya memakan waktu satu bulan.

Ia lantas membandingkan dengan pengesahan RUU lain yang memakan waktu lama, bahkan mandek. Padahal, RUU yang mandek itu terbilang penting.

“Proses yang cepat ini sangat berbeda dengan RUU lainnya yang telah banyak didesak oleh masyarakat sipil seperti RUU TPKS, RUU PDP, hingga RUU PPRT,” ujarnya melanjutkan.

Selain itu, menurut Bayu, masih banyak hal lain yang lebih mendesak selain pemindahan IKN. Ia menyebut masih banyak permasalahan kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan untuk direspons cepat oleh pemerintah.

“Entah apa yang menjadi target pemerintah hingga mengambil kebijakan yang supercepat seperti ini,” kata dia.

Sebelumnya, Myanmar memindahkan ibu kota dari Yangon ke Naypyidaw pada 7 November 2005 lalu. Letaknya berada di tengah Myanmar. Tepatnya di sebelah utara Kota Yangon atau selatan Kota Mandalay.

Salah satu situs perjalanan, Scandasia, menggambarkan kota itu bak kota hantu. Kondisi itu digambarkan penulisnya yang pernah mengunjungi kota tersebut. Mereka mengelilingi kota selama 45 menit.

Mereka juga membandingkan Canberra yang hanya berisi kantor kedutaan dan London. Di Naypyidaw, nyaris tak ada orang-orang beraktivitas di luar ruangan.

Hotel yang memiliki 200 kamar pun tampak sepi dari pengunjung.

The Guardian pernah melaporkan, jika berkendara di Naypyidaw seseorang akan lupa bahwa ia sedang berada di Myanmar.

Diketahui, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menargetkan status ibu kota negara (IKN) dari DKI Jakarta akan pindah ke Kalimantan Timur pada semester I 2024 mendatang. Bahkan, Jokowi bercita-cita merayakan HUT RI ke-79 di ibu kota baru pada 17 Agustus 2024.(Cnn)

Editor: Muhammad Faiz

Back to top button