KEPRITANJUNGPINANG

Dari Total 423, Hanya 185 Koperasi di Tanjungpinang Yang Aktif

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, Efendi saat menjadi pembicara dalam dialog di RRI Tanjungpinang, Selasa (9/7/2024).Foto Ist

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang mencatat ada 423 lembaga koperasi, namun hanya 185 yang aktif beroperasi.

“Idealnya, koperasi harus menjadi wadah bagi masyarakat yang memiliki usaha mikro. Melalui koperasi, kita dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat,”kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro Kota Tanjungpinang, Efendi saat menjadi pembicara dalam dialog di RRI Tanjungpinang, Selasa (9/7/2024). Dialog tersebut mengangkat tema Peran Koperasi Dalam Meningkatkan Ekonomi.

Efendi menjelaskan, koperasi memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya. Menurutnya, koperasi yang sehat dapat dikenali dari pembukuan yang transparan, pertumbuhan anggota yang konsisten, peningkatan modal, serta pelaksanaan rapat anggota setiap tahunnya.

“Koperasi yang sehat, tentunya akan memberikan kontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang,”tuturnya.

Namun, Efendi menyebutkan, tidak semua koperasi dapat dikategorikan sebagai koperasi yang sehat. Beberapa diantaranya menghadapi tantangan dalam menjalankan aktivitas usahanya.

“Jika koperasi tidak sehat, kondisinya seperti kantor yang jarang buka, pembukuan administrasi tidak dilaksanakan dengan baik, tidak melaksanakan RAT dalam beberapa tahun terakhir, anggotanya juga sudah tidak aktif lagi, dan kegiatan usaha tidak berjalan lancar,”ungkapnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas koperasi, lanjut Efendi, pihaknya terus melakukan pembinaan, pengembangan, dan pengawasan terhadap koperasi dan usaha mikro di kota Tanjungpinang.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menurunkan tenaga pengawas koperasi untuk memastikan kelangsungan operasional yang sehat sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku.

“Jika ditemukan koperasi yang tidak memenuhi standar, kami akan memberikan peringatan dan menyurati pihak berwenang, untuk mencegah penyalahgunaan nama koperasi,” tegas Efendi.

Pemko Tanjungpinang juga telah menugaskan tiga tenaga pendamping koperasi yang direkrut dari Kementerian Koperasi dan UKM melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Mikro Provinsi Kepri. Tugas mereka adalah mendampingi dan membantu koperasi.

“Dengan pembinaan dan pendampingan yang berkelanjutan, koperasi-koperasi di Tanjungpinang diharapkan dapat terus berkembang secara sehat dan berperan aktif dalam meningkatkan perekonomian serta kesejahteraan anggota dan masyarakat,” harap Efendi. (odik)

Back to top button