Dinilai Tak Transparan, Ketum PSSI Desak Drawing Liga 4 Diulang

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Lantaran dinilai berlangsung secara tidak transparan dan profesional, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mendesak drawing kompetisi Liga 4 putaran nasional harus diulang kembali.
“Kami menyesalkan pelaksanaan drawing Liga 4 yang berlangsung secara tidak profesional dan tidak transparan. Jangan pernah main-main dengan kompetisi Liga!. Demi menjunjung fair play dan integritas kompetisi, kami mendesak agar dilakukan drawing ulang dengan prosedur yang jelas, adil, dan melibatkan semua pihak terkait,”kata Ketum PSSI, Erick Thohir tegas di Jakarta dikutip laman pssi, Sabtu (12/4/2025).
Erick menilai kejadian ini mencederai semangat fair play serta merusak kepercayaan terhadap sistem kompetisi sepak bola nasional yang sudah dibangun PSSI.
“Prihatin atas kejadian tersebut dan menekankan pentingnya integritas dalam setiap pelaksanaan kompetisi di semua level,”sambungnya.
Erick mengingatkan bahwa setiap jenjang kompetisi, termasuk Liga 4, merupakan bagian penting dari ekosistem sepak bola Indonesia yang sedang dibangun secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Proses dan tata kelola kompetisi harus dijaga dengan penuh tanggung jawab agar cita-cita menuju sepak bola Indonesia yang profesional dan berprestasi bisa tercapai,”pesannya.
PSSI, tambah Erick, juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pihak penyelenggara drawing Liga 4 dan memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.
Seperti diketahui, pelaksanaan drawing Liga 4 putaran nasional oleh Departemen Kompetisi PSSI pada Kamis (10/4/2025) lalu, viral serta mendapat sorotan publik karena dinilai mencederai prinsip fair play.
Proses undiannya ditayangkan langsung melalui kanal Youtube PSSI TV.
Namun, kemudian video aslinya telah dihapus, meski cuplikan-cuplikan undiannya telah menyebar luas di berbagai flatform media sosial.
Kisruh mencuat ketika proses pengundian mencapai Grup N, yang melibatkan Persewangi Banyuwangi sebagai tuan rumah.
Dalam tayangan, Persewangi dipasangkan secara beruntun dengan tim dari Papua Tengah, Jawa Timur 4, dan Jawa Barat 2.
Namun, perhatian netizen tertuju pada gestur pria yang melakukan undian. Ia tampak menurunkan tangannya ke bawah meja setiap kali mengambil bola undian, sebelum mengeluarkan secarik kertas.
Lebih lanjut, kertas hasil undian terlihat lurus dan tidak terlipat sebagaimana mestinya jika benar-benar dikeluarkan dari bola undian.
Bahkan, tangan kanan pria tersebut tampak mengambil kertas bukan dari dalam bola yang tersedia. Hal ini menimbulkan dugaan manipulasi dalam proses undian.(pssi/kmp)
Editor: yn
