Disdik Kota Tpi Gelar Workshop Dapodik di Hotel Aston
Pesertanya 74 Orang

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang menaja workshop pemetaan penyebaran sekolah menggunakan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan swasta di Hotel Aston Tanjungpinang, Rabu (8/3).
Workshop akan berlangsung selama tiga hari, dimulai dari hari Rabu ini sampai dengan hari Jumat mendatang..
Sebagai pemateri yaitu Iswanto dan Ias Ahmad Irwansyah diundang langsung dari Pusat Data Statistik Pendidikan Kementerian Pendidikandan Kebudayaan (PDSP Kemendikbud) Indonesia.
Di meja panitia sudah terdaftar 74 peserta workshop, yang terdiri dari tata usaha atau operator SDN dan swasta yang ada di Kota Tanjungpinang.
Dari pantauan awak media prokepri.com, terlihat peserta wanita lebih mendominasi jumlahnya ketimbang pria.
Adzrizal selaku ketua panitia menjelaskan, bahwa workshop Dapodi kini adalah yang pertama kali diadakan di Tanjungpinang, padahal program nasional dari Kemendikbud ini sudah ada sejak lama, bahkan Tanjungpinang yang merupakan pusat Ibu Kota Kepulauan Riau (Kepri) ternyata masih lambat menerapkan program Dapodik.
“Iya, sangat disayangkan kami baru bisa menyelenggarakan ini untuk pertama kali di ibukota provinsi, kalah dengan Kabupaten Karimun,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Drs. Huzaifah Dadang Abdul Ghani M.Si, dalam laporannya menyebutkan latar belakang diadakannya wokshop Dapodik tersebut.
“Beberapa tahun belakangan ini, kita tahu bahwa Kemendikbud menggunakan system data single, semua bersumber pada Dapodik, kalau dulu masih banyak macam-macam data, ada Padamu Negeri dan Sebagainya, maka hari ini kita mulai tata ulang semua data itu, untuk merapikan dan mengukur tingkat kebutuhan juga kesuksesan pendidikan di Tanjungpinang, dengan menggunakan program Dapodik, sebagai program turunan dari Kemendikud Pusat,” ujar Dadang.
Dalam laporannya, Dadang juga menyampaikan harapannya, yakni dari workshop Dapodik ini dapat mengh asilkan data yang akurat untuk menyusun pembangunan pendidikan kedepan, selain itu juga PemkoTanjungpinang telah menjalin kerjasama dengan Universitas Pendidikan Indonesia Bandung dalam menyusun master plane perkembangan pendidikan di Kota Tanjungpinang.
“Kita juga akan menyongsong program pemerintah tentang Full Day School, untuk itu kita harus punya sarana dan prasarana yang memadai, tapi ternyata masih banyak sekolah di Tanjungpinang yang doble sip, bahkan ada yang triple sip, nah bagaimana kita mau menerapkan full day school kalau sekolahnya masih seperti ini, dengan pendataan ini akan kita lihat kesiapan kota kita dalam melaksanakan full day school itu, minimal semua SD dan SMP bisa melaksanakan full day school, jika hanya sebagian sekolah saja yang melaksanakannya maka kita khawatir akan terjadi kesenjangan,” jelasnya.
“Agar full day School ini terlaksana, maka situasi dan kondisi sekolah harus nyaman, membuat siswa betah, kalau bisa siswa selalu rindu, nyaman hadir kesekolah, baik guru maupun siswa tidak ada pekerjaan sekolah yang di bawa kerumah, semua tugas harus selesai di sekolah, rumah adalah tempat istirahat dan santai bersama keluarga,” sambung Dadang.
Berkali-kali Dadang menegaskan kepada peserta agar serius mengikut workshop ini, karena operator sekolah merupakan bagian penting dari sekolah yang akan menentukan sukses tidaknya pendidikan dalam menunjang program pusat. Seperti program Kartu Indonesia Pintar (KIT) yang pembagiannya harus tepat sasaran diberikan kepada siswa yang benar-benar memerlukannya, maka harus berdasarkan data yang akurat dan update.
Selanjutnya asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. Ahadi yang mewakili Walikota disela-sela membuka acara, juga menyampaikan pesan, agar operator sekolah harus bekerja dengan disiplin untuk menunjang keberhasilan pendidikan di Tanjungpinang.
“Sebagai operator harus disiplin menjalankan tugasnya, agar data-data yang dicatat benar-benar akurat, dan bantuan pusat yang diberikan tepat sasaran, berikanlah layanan yang baik, percepat layanan kalau memang bisa dicepatkan, permudahlah urusan orang lain, dan ramahlah dalam melayani orang yang berkepentingan dengan kita,” pesan Ahadi dalam sambutannya.
Reporter : Rudi Rendra
