NASIONAL

DPR Kirim Perwakilan untuk Investigasi Kasus TKW Dihukum Mati di Malaysia

Ketua Komisi IX DPR RI DEDE YUSUF, M.Si, Foto Internet2
Ketua Komisi IX DPR RI DEDE YUSUF, M.Si, Foto Internet

PROKEPRI.COM, JAKARTA – Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengaku sudah mengirimkan perwakilan untuk menemui Rita Krisdianti di Malaysia. Rita adalah tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Ponorogo yang divonis hukuman gantung oleh Pengadilan Penang, Malaysia, karena membawa narkotika jenis sabu seberat 4 kilogram.

 

“Kami dari Komisi IX sudah mengirim duta kami, bapak Omam Suroso. Beliau berangkat kemarin lusa bersama keluarganya Rita. Harusnya, pulang hari ini. Jadi, (bisa) melaporkan kepada kami esok atau lusa,” ujar Dede usai mengikuti acara buka bersama Partai Demokrat di Tanggerang, Kamis (16/6/2016).

 

Dede mangatakan, Komisi IX sengaja memgirimkan perwakilan ke sana untuk melakukan invetigasi dan menemukan data-data untuk mengetahui permasalahan sebenarnya.

 

“Saya katakan cari siapa penyalurnya, siapa penghubungnya, data seakurat mungkin, jangan hanya berdasarkan laporan,” kata politisi Demokrat tersebut.

 

Setelah perwakilan yang dikirim tersebut kembali ke Jakarta, Komisi IX akan melakukan analisa dan menyampaikannya kepada Kementerian Luar Negeri.

 

Selain mengirimkan perwakilan, lanjut Dede, Komisi IX juga mendorong Kementerian Tenaga Kerja dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk selalu melakukan pendekatan dengan pemerintah Malaysia.

 

“Agar tidak terjadi hukuman mati,” kata Dede.

 

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan pemerintah masih menunggu hasil proses memori banding pada kasus Rita.

 

“Sudah disampaikan 1 Juni. Sehingga sekarang kami menunggu permohonan banding itu yang akan dilakukan di Mahkamah,” kata Arrmanatha di Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

 

Rita ditangkap pada Juli 2013 lalu lantaran membawa narkotika jenis sabu seberat 4 kilogram. Awalnya, Rita hanyalah seorang TKI yang diberangkatkan ke Hong Kong pada Januari 2013.

 

Setelah tujuh bulan tinggal di sana, Rita tidak mendapatkan kejelasan mengenai pekerjaan. Hingga akhirnya, ia memutuskan ingin pulang ke kampung halamannya di Jawa Timur.

 

Tidak lama kemudian, seorang teman Rita yang berada di Makau menawarinya berbisnis kain. Temannya itu diketahui berinisial ES. Rita kemudian diberi tiket pesawat untuk pulang ke kampung.

 

Tiket yang diterimanya itu merupakan tiket transit ke New Delhi, India, dan Penang, Malaysia. Di New Delhi, Rita dititipkan sebuah koper oleh seseorang. Orang tersebut juga melarang Rita untuk membukanya.

 

Orang tersebut mengatakan bahwa isi koper itu adalah pakaian yang nantinya dijual Rita di kampung halaman. Namun setibanya di Bandara Penang, Malaysia, pihak kepolisian menangkap Rita karena menemukan narkoba jenis sabu seberat 4 kilogram di dalam koper yang dibawa Rita.

 

Hakim Pengadilan Malaysia di Penang kemudian memutus vonis hukuman mati terhadap Rita Krisdianti, Senin (30/5/2016) pagi waktu setempat.(kompas)

Tinggalkan Balasan

Back to top button