Empat ABK KM Samudra Jaya Selamat, Diperkirakan Tiba di Batam Hari Ini

PROKEPRI.COM, ANAMBAS – Kabar menggembirakan datang dari empat anak buah kapal (ABK) KM Samudra Jaya yang sebelumnya mengalami musibah di laut.
Keempat ABK berhasil diselamatkan oleh nelayan berbendera Malaysia dan kini dalam proses pemulangan ke Indonesia.
Berdasarkan informasi terbaru, keempat ABK tersebut diperkirakan tiba di Pelabuhan Batam Center, Batam, Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 09.45 WIB.
Ketua DPD HNSI Kepulauan Riau melalui Ketua harian HNSI, Jeki, S.Pd., menyampaikan klarifikasi terkait proses penanganan dan pemulangan keempat ABK tersebut.
Ia menjelaskan, setelah mengalami musibah di laut, keempat ABK sempat berada di Malaysia untuk menjalani proses pemeriksaan dan investigasi. Setelah seluruh proses tersebut selesai, pada 18 Agustus 2026 para ABK dapat dipulangkan menuju Indonesia.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses penanganan dan pemulangan warga negara Indonesia tersebut, termasuk pemerintah Indonesia dan pemerintah Malaysia,” ujar Jeki.
Menurutnya, pihak HNSI juga terus berkoordinasi dengan pemilik kapal terkait proses kepulangan para ABK.
“Alhamdulillah, berdasarkan informasi yang kami terima, pemilik kapal menunjukkan sikap aktif dan bertanggung jawab terhadap para ABK, termasuk dalam proses pemulangan mereka,” katanya.
Jeki menambahkan, teknis perjalanan dan proses pemulangan selanjutnya akan diatur oleh pihak pemilik kapal. Ia berharap seluruh rangkaian pemulangan berjalan lancar hingga keempat ABK dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Sementara itu, berdasarkan keterangan kapten kapal, Handayani, KM Samudra Jaya sebenarnya belum pecah atau karam ketika mengalami masalah di perairan Malaysia.
Kapal tersebut mengalami mati total sehingga tidak mampu lagi bergerak maupun mengendalikan arah pelayaran.
Kapal diketahui berada di perairan tersebut sejak 1 Agustus 2026. Dalam kondisi mesin mati, para ABK berupaya mempertahankan posisi kapal agar tidak semakin jauh dari jalur pelayaran dan berharap dapat ditemukan oleh kapal lain.
Namun, kondisi laut yang cukup berat membuat kapal tidak mampu bertahan pada posisinya. Kapal terus dihantam ombak, arus, dan angin hingga akhirnya hanyut selama kurang lebih lima hari.
Memasuki hari keenam, kondisi kapal semakin memprihatinkan. Air laut mulai masuk ke dalam kapal sehingga posisi keempat ABK semakin terdesak.
Berbagai upaya dilakukan untuk menarik perhatian kapal lain. Para ABK memasang bendera berukuran besar sebagai tanda meminta pertolongan serta menggunakan perlengkapan yang tersedia untuk memberikan sinyal keberadaan mereka.
Setelah bertahan dalam kondisi tersebut, akhirnya keempat ABK berhasil ditemukan dan diselamatkan oleh nelayan berbendera Malaysia.
Adapun empat ABK yang tercatat dalam dokumen tersebut yakni Handay Yadi, Awang, Azan, dan Samsul Bahri. Keempatnya diketahui berasal dari sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Kabar musibah tersebut sebelumnya sempat membuat keluarga dan rekan-rekan para ABK diliputi kecemasan.
Namun, keberhasilan proses penyelamatan membuat keluarga akhirnya dapat bernapas lega setelah memastikan seluruh ABK dalam kondisi selamat.
Kini, keluarga menantikan kepulangan mereka ke Batam.
“Kami sangat bersyukur mereka selamat. Mudah-mudahan perjalanan pulang ke Indonesia berjalan lancar dan tidak ada kendala sampai mereka tiba di Batam,” ujar salah seorang pihak yang mengetahui proses pemulangan tersebut.
Kepulangan empat ABK ini menjadi kabar baik bagi keluarga dan masyarakat Anambas setelah beberapa hari diliputi kekhawatiran atas keselamatan mereka di tengah laut.(as)
Editor: yn
