KEPRI

Forum Aliansi Umat Tanjungpinang Ancam Duduki Bascamp Resto dan Bar

Jika Pemda Tidak Cabut Izinnya

Jubir Forum Aliansi Umat Kota Tanjungpinang Ustad Dedi Sanjaya.
Jubir Forum Aliansi Umat Kota Tanjungpinang Ustad Dedi Sanjaya.

PROKEPRI.COM, TANJUNGPINANG – Jika tidak segera diberikan sanksi tegas oleh pemerintah daerah yakni dicabut izinnya, gabungan Forum Aliansi Umat di Kota Tanjungpinang, Ibu Kota Provinsi Kepri mengancam akan menduduki Bascamp Resto dan Bar dalam waktu dekat ini.

“Meski tidak punya hak mencabut izinnya, kita minta Kapolres Tanjungpinang untuk menghubungi Walikota bahwa tempat itu (Bascamp,red) berpotensi menimbulkan konflik dan merusak akhlak generasi muda untuk dicabut izinnya,” kata Juru Bicara (Jubir) Forum Aliansi Umat, Ustad Dedi Sanjaya kepada Prokepri.com usai menemui Kasat Intel dan Reskrim di Makopolres Tanjungpinang, Senin (3/10).

Dedi menegaskan, dalam pertemuan tersebut, Forum Aliansi Umat yang dihadiri 9 orang utusan dari pelbagai Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam di Kepri seperti Front Pembela Islam (FPI), FKM, PMI, Dewan Dakwah, MI, Hizbut Tahrir dan LBQ serta lainnya, meminta tindaklanjut kepada kepolisian atas laporan yang disampaikan sebelumnya.

“Ada dua persoalan yang kita sampaikan kepada kepolisian. Pertama masalah penghinaan mualaf yang dilakukan anggota DPRD Kota Tanjungpinang dan kedua kita bahas masalah Bascamp,” beber Dedi.

Dedi berharap kepolisian mengusut tuntas laporan penghinaan mualaf tersebut dan meminta menghubungi Pemko untuk mencabut izin Bascamp.

“Khusus Bascamp itu sudah fatal sekali. Generasi muda pakai baju sekolah minum-minuman keras. Sudah tidak bisa lagi di kasih SP-SP an (Surat Peringatan,red). Kita sudah bicarakan itu dengan kepolisian. Jika tidak direspon, kita akan beli tali bangun tenda di Bascamp biar umat yang tutup nanti,” tutup Dedi.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang dipastikan hanya melayangkan surat teguran kepada managemen Bascamp Resto dan Bar yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kilometer 4 (Simpang Pamedan) Senin (3/10). Teguran diberikan karena Bascamp melakukan kegiatan ‘party pengunjung berpakaian sekolah dapat bir gratis’.

“Senin (3/10) ini, kami (Pemko Tanjungpinang) akan melayangkan teguran pertama untuk Bascamp. Teguran dilayangkan agar mengingatkan mereka untuk tidak melakukan acara seperti itu lagi plus menjaga ketertiban ditengah masyarakat. Acara yang dibuat itu sudah meresahkan masyarakat,” kata Sekretaris Daerah Kota
(Sekdako) Tanjungpinang Riono kepada Prokepri.com, Minggu (2/10) kemaren.

Riono membenarkan bahwa malam kemaren dirinya mendatangi Bascamp. Kedatangannya, kata Riono, menindaklanjuti pesan singkat pengaduan dari masyarakat yang diterima Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah.

“Jadi pak wali menerima pengaduan dari masyarakat bahwa Bascamp itu pelayan-pelayannya menggunakan pakaian sekolah lengkap dengan lambang Osis plus kalau pengunjung datang dengan pakaian sekolah dapat 3 jak bir gratis. Saya menindaklanjuti dengan mendatangani Bascamp, ternyata betul,” bebernya.

Sewaktu berada di Bascamp, Riono menceritakan, seluruh pelayan Bascamp berpakaian sekolah mulai dari SD dan SMA lengkap dengan lambang Osisnya.

“Nah saya menegur kok seperti ini. Oh ini pak cuma time line aja, kata mereka. Tetapi etika kan gak kena. Kitakan melarang anak sekolah minum bir. Dia bilang, pengacaranya bilang, pak ini bukan anak sekolah. Loh kan sama aja kalau pelayan anda bawa minuman alkohol kesana kemari. Kalau orang memang sudah tidak sekolah lalu berpakaian sekolah lalu minum bir, kan orang melihatnya tidak seperti itu,” terang Riono menceritakan kronologisnya.

Hingga berita ini diturunkan, media ini belum berhasil mengkonfirmasi managemen Bascamp Resto dan Bar.(Rudiyandri)

Tinggalkan Balasan

Back to top button